Encanto: Animasi yang Realistis Memotret Dinamika Keluarga

Pada November 2021, Disney mengeluarkan film animasi baru bertema keluarga dengan judul Encanto. Sebagai penonton, kita disuguhkan visual yang menawan dan musik yang indah dengan latar budaya Kolombia yang menceritakan tentang keluarga Madrigal. Kecuali Mirabel, masing-masing anggota keluarga Madrigal memiliki kekuatan ajaib yang mereka dapatkan ketika ulang tahun kelima. Tidak terlihat ‘ajaib’ seperti keluarganya, Mirabel setiap hari berhadapan dengan anak-anak di desa yang menanyakan apa kekuatan ajaibnya. Namun Mirabel tidak putus asa, bahkan berusaha keras berkontribusi dalam keluarga dan komunitasnya dalam berbagai keterbatasannya. Sayangnya usaha Mirabel kurang dihargai keluarganya, terutama abuela yang sangat terobsesi dengan kedudukan keluarga Madrigal yang istimewa di tengah masyarakat setempat.

Sumber gambar: https://images.wired.it/wp-content/uploads/2021/07/08175043/ENCANTO-ONLINE-USE-teaser1_039.00_0283.jpg

Semakin berjalan cerita, ternyata bukan Mirabel saja yang mengalami tekanan sebagai seorang Madrigal. Hampir setiap anggota keluarga Madrigal walau memiliki kekuatan ajaib mengalami pergumulan masing-masing. Kita disadarkan bahwa terkadang memiliki kelebihan menuntut seseorang untuk memikul peran dan tanggung jawab yang lebih berat. Anak sulung Isabela meninggalkan kreativitas dan jati dirinya karena harus mempertahankan image sempurna dan tanpa cela. Luisa, anak tengah yang tangguh merasa ia harus kuat untuk memikul beban semua orang hingga merasa cemas akan mengecewakan ekspektasi orang-orang terhadapnya. Pepa, tante Mirabel selalu merasa tertekan hingga kesulitan mengontrol emosinya. Bahkan Bruno, sang paman juga meninggalkan rumah karena tidak tahan dengan rasa bersalah kekuatannya dianggap sebagai malapetaka.

Walaupun dalam format animasi, rasanya Encanto cukup realistis menggambarkan dinamika keluarga kebanyakan dari kita. Terkadang kita memiliki penilaian sepihak dan memberikan perlakuan yang kurang menyenangkan terhadap keluarga, baik dilakukan secara sadar maupun tidak. Apabila dilakukan secara berkepanjangan, keluarga akan menjadi disfungsional dan berdampak besar terhadap anggota-anggotanya. Dalam esainya, psikolog Gilbert Young memiliki pandangan yang lebih serius tentang Encanto yang mungkin menjadi trigger bagi penonton, terutama penonton remaja dan dewasa serta memberi pesan yang keliru kepada anak-anak, beberapa diantaranya:

  • Pengalaman Mirabel adalah simbol anggota keluarga yang diabaikan/dikerdilkan eksistensi emosionalnya;
  • Lagu ‘We Don’t Talk about Bruno’ terang-terangan merundung dan mengkambinghitamkan anggota keluarga;
  • Keegoisan abuela seakan memaklumi tindakan abusif sebagai bentuk koping;
  • Happy ending meng-invalidasi pengalaman anggota-anggota keluarga yang terdampak, sehingga memberikan pesan yang salah bahwa abuser selalu mendapat kemauannya.

Analisa Young sungguh menarik karena ternyata terdapat banyak pesan moral yang tersirat dalam film animasi yang berwarna dan ceria. Kita diajak untuk lebih perseptif dan empatik terhadap hal-hal yang mungkin selama ini dilupakan atau bahkan tidak terpikirkan yang terjadi dalam keluarga kita. Menurut dr. Daza, seorang direktur layanan psikologi dari Menninger Clinic, terdapat hal yang bisa kita pelajari dari Encanto, yaitu menormalisasi keluarga yang tidak sempurna. Memberikan ruang untuk keterbukaan dan kejujuran sangat penting bagi setiap anggota keluarga untuk bertumbuh tidak hanya sebagai individu, namun juga relasi dalam keluarga itu sendiri. Terwujudnya komunitas yang baik dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat.

Keluarga Madrigal adalah kita semua. Bisa dikatakan tidak ada karakter antagonis dalam film ini, hanya sekumpulan orang dengan sifat dan keterbatasan pengetahuan yang berusaha untuk belajar dan menjadi lebih baik bagi keluarganya. Proses ini tidak mudah dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menyadari dan memperbaikinya, karena tidak hanya melibatkan kebesaran hati untuk memaafkan, namun juga mengakui kesalahan yang kita perbuat. Berdasarkan Aletta (2009), keluarga yang baik adalah keluarga yang mengusahakan beberapa kualitas berikut: 

  • Menumbuhkan rasa hormat. Bukan hanya anak terhadap orang tua saja, namun orang tua juga perlu menghormati anak sebagai seorang individu yang utuh, bukan perpanjangan dari orang tua. Hal ini mungkin terlupakan namun merupakan bagian yang penting dalam menjadi sebuah keluarga.
  • Menjadi ruang yang aman secara emosional. Ini berarti tiap anggota merasa aman dan nyaman untuk menyampaikan emosinya tanpa khawatir atau takut akan dikucilkan atau disalahkan. Berikan kesempatan bagi setiap anggota untuk mengekspresikan emosi sewajarnya.
  • Relasi yang resilien. Antar anggota keluarga memiliki akar relasi yang kuat sehingga bisa saling menguatkan di masa-masa sulit dan melewatinya sebagai suatu kesatuan. Ini juga berarti bisa selalu saling mengandalkan.

Encanto berasal dari kata encantar yang dalam Bahasa Spanyol berarti ‘mencintai’. Keluarga yang fungsional bukanlah keluarga yang tidak pernah berkonflik, melainkan keluarga yang konsisten bertumbuh demi anggota-anggotanya. Keluarga yang baik bukanlah keluarga yang sempurna, melainkan keluarga yang saling mengasihi.

“Jika kamu menilai orang, kamu tidak punya waktu untuk mengasihi mereka.” –Bunda Teresa

Referensi:
  • Aletta, E. G. (2009). What Makes a Family Functional vs Dysfunctional? PsychCentral. Diakses dari https://psychcentral.com/blog/what-makes-a-family-functional-vs-dysfunctional#1
  • Daza, P. (2022). Encanto: An Important Movie about Family. Psychology Today. Diakses dari https://www.psychologytoday.com/intl/blog/mind-matters-menninger/202202/encanto-important-movie-about-family
  • Vinney, C. (2021). Things Only Adults Noticed in Encanto. Looper. Diakses dari https://www.looper.com/669451/things-only-adults-noticed-in-encanto/
  • Young, G. (2022). The Problem with “Encanto”. Psychology Today. Diakses dari https://www.psychologytoday.com/intl/blog/shrink-mindset/202202/the-problem-encanto

Ditulis oleh: Verawaty, Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas CIputra Surabaya angkatan 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed