Benarkah Stress Mengurangi Daya Tahan Tubuh?

Belakangan ini, kasus penyebaran virus Omicron melaju dengan pesat. Per tanggal 6 februari 2022 kemarin, Satgas Covid mencatat sudah lebih dari 4 juta penduduk Indonesia terpapar Covid-19 (dilansir dari Kontan.co). Semakin banyak orang yang terpapar virus, semakin dekat orang tersebut ada di antara kita.

Pandemi merupakan tantangan yang dihadapi oleh setiap orang. Tidak hanya harus berhati-hati menjaga kesehatan, pandemi juga membuat kita berhadapan dengan tantangan pekerjaan, finansial, hingga relasi dalam keluarga. Semua hal ini tanpa sadar menambah tekanan dan kecenderungan kita untuk cemas.

Stress sering kali menjadi sumber penyakit, seperti maag atau migrain. Selain itu, banyak orang percaya bahwa stress menurunkan daya tahan tubuh. Benarkah demikian?

Ray dkk (2017) menyebutkan bahwa stress sangat mempengaruhi sistem imun. Dalam penelitian yang lain, stress mengurangi atau bahkan menghilangkan respon tubuh terhadap vaksin (Yang & Glaser, 2000). Ada 2 jenis stress yang dapat dialami oleh seseorang: stress akut (bersifat sementara dengan intensitas tekanan tinggi) dan stress kronis (bersifat berkepanjangan). Stress berkepanjangan inilah yang kemudian memperlambat kerja imun tubuh kita (Brosschot dkk, 1998).

Bagaimana bisa?

Stress kronis menekan respon Natural Killer (NK) Cell dan respon imun untuk antigen specific. Nk Cell adalah sel tubuh yang berfungsi untuk melawan pertumbuhan sel tumor atau sel terinveksi virus. Sedangkan antigen spesifik adalah suatu kondisi dimana tubuh memproduksi imun untuk menghancurkan ‘benda asing’ dalam tubuh. Dalam hal ini, stress kronis membuat tubuh kita rentan terhadap sakit dengan mengurangi/ menekan kinerja sel imun kita.

Lalu, bagaimana meningkatkan daya tahan tubuh?

Di saat-saat seperti ini, mengurangi tingkat stress mungkin tidak mudah. Butuh tekad dan usaha untuk menghentikan aktivitas kesibukan kita dan menggantinya dengan hal-hal lain yang mendukung well-being. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  1. Berkebun. Selama pandemi, memiliki tanaman di rumah menjadi tren di masyarakat. Mulai dari menanam sayur dan buah, bunga, hingga tanaman hias. Merawat tanaman memberikan efek tenang, dan tentu ada kepuasan tersendiri saat melihat tanaman kita tumbuh dengan sehat.
  2. Bersih-bersih. Merapikan rumah atau ruang kerja membantu otak kita untuk lebih santai dan ‘tertata rapi’. Barang-barang yang berantakan secara tidak langsung membaut otak kita bekerja keras ketika mencarinya. Merapikan barang-barang yang tidak pada tempatnya akan mempermudah otak kita mencari barang-barang yang kita butuhkan.
  3. Beristirahat dari sosial media. Berita atau informasi negatif sangat mempengaruhi bagaimana kita melihat hal-hal di sekeliling kita. Jika otak kita mengangkap sinyal bahaya dimana-mana, maka ia akan cenderung menjadi sangat sensitif dan waspada. Berada dalam kondisi waspada setiap saat membuat kita stress (karena selalu merasa tidak aman) dan kelelahan.
  4. Berlibur bersama keluarga di rumah. Buat aktivitas menyenangkan bersama pasangan dan anak di rumah. Habiskan waktu penuh makna dengan orang-orang yang kita sayangi. Hal ini membantu meningkatkan mood dan membuat rumah terasa lebih menyenangkan.
Referensi:
  • Brosschot, J. F., Godaert, G. L., Benschop, R. J., Olff, M., Ballieux, R. E., & Heijnen, C. J. (1998). Experimental stress and immunological reactivity: a closer look at perceived uncontrollability. Psychosomatic Medicine, 60(3), 359-361.
  • Ray, A., Gulati, K., & Rai, N. (2017). Stress, anxiety, and immunomodulation: a pharmacological analysis. Vitamins and hormones103, 1-25.
  • Yang, E. V., & Glaser, R. (2000). Stress-induced immunomodulation: impact on immune defenses against infectious disease. Biomedicine & pharmacotherapy54(5), 245-250.

Ditulis oleh: Amanda Teonata, S.Psi.
Sumber gambar: Health vector created by freepik – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed