Andropause, Mengganggu Mood dan Kesehatan?

Andropause adalah kondisi pada pria dimana  hormon testosteron dalam darah (periksa laboratorium)  kadarnya rendah (≤ 346 ng/dL) dan menimbulkan keluhan. (Pria dewasa muda normalnya memiliki kadar hormon testosteron : 280 ng/dL – 800 ng/dL). Andropause terjadi pada pria umur rata-rata sekitar 40 tahun, ada yang sebelum 40 tahun, ada yang terjadi beberapa tahun diatas usia 40 tahun. Kondisi Kesehatan yang holistic (bio-psiko-sosial) ada hubungan dengan waktu terjadinya penurunan kadar hormon testosteron tersebut.

Hormon testosteron adalah hormon utama laki-laki yang diproduksi oleh testis (biji pelir). Pada masa puber mempengaruhi perkembangan organ seks primer (penis, testis) dan gejala dan tanda seks sekunder yaitu ketertarikan secara seksual, produksi cairan sperma, pertumbuhan rambut pubis, pertumbuhan kumis dan jenggot, perkembangan otot, serta mempengaruhi mood seseorang.

Hormon testosteron yang kadarnya rendah (andropause) akan menyebabkan mood seseorang kurang baik (bad mood), tidak mudah mengeksekusi permasalahan, menjadi sensitive dalam perasaan (baper), mudah merasa lelah, gairah seks berkurang, semprotan sperma (ejakulasi) semakin sedikit, masa otot berkurang, dan mudah mengalami kegemukan di perut (visceral obesity).

Visceral obesity jika tidak dilakukan pengelolaan yang baik, akan memudahkan muncul penyakit kencing manis (diabetes mellitus). Hal lain, sel lemak yang banyak terdapat di perut akan menghasilkan hormon estrogen yang selanjutnya berefek menurunkan kadar hormon testosteron.

Jika hasil periksa laboratorium didapatkan kadar hormon testosteron rendah, apa selanjutnya?

  1. Konsul dokter untuk dilakukan analisa penyebab kadar hormone rendah tersebut
  2. Faktor penyebab terjadinya gangguan tersebut sebaiknya dikelola agar pengganggu tersebut semakin sedikit. Hal baik untuk Kesehatan, jika belum optimal, dilakukan perbaikan
  3. Penambahan hormon testosteron (tablet, injeksi) memberi harapan yang baik untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik.

Ditulis oleh: Dr.dr. Hudi Winarso, M.Kes., Sp.And.-KSAAM.

(Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra, Ahli Andrologi dan Konsultas Seks).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed