Makanan Tradisional Pun Jadi Kekinian

Makanan Tradisional Pun Jadi Kekinian

Makanan modern cita rasa luar negri terasa lebih mendominasi di berbagai pusat perbelanjaan. Misalnya Jepang, Korea, atau Prancis justru lebih sering dijumpai di mal. Sebaliknya, makanan tradisional kurang punya tempat disana.

Selain dipandang ribet, penyajian makanan tradisional nusantara kurang menarik. Nah, lewat kreativitas mahasiswa semester 3 Jurusan Bisnis Kuliner UC, makanan lokal tersebut diolah dalam bentuk kekinian dan lebih praktis. Makanan itupun cocok bagi kaum milenial yang cenderung praktis dan suka ngemil sambil jalan-jalan di mall.

Kreativitas mahasiswa tersebut dipamerkan dalam icip-icip kuliner di lantai 3 Ciputra World kemarin (17/11). Sekitar 27 jenis kuliner tradisional dari daerah Jawa Timur tersedia. Mulai dari rujak cingur khas surabaya sampai nasi tempong dari banyuwangi bisa dijumpai disana. Tentu tampilannya tidak seperti yang ditemukan di warung makanan atau pasar tradisional. Kemasan sudah tersentuh inovasi dalam bentuk yang lebih menarik dan praktis. Bisa dimakan dimana saja dan kapan saja.

Rujak cingur, misalnya, biasanya disajikan dalam piring atau bungkus dengan menggunakan kertas nasi atau daun pisang. Namun, ditangan Dyah Ratri Ardna, Nabila Rahma, dan Fara D. Izza, rujak khas Surabaya itu disajikan dalam bentuk sate dengan potongan kecil dan dikemas dalam bentuk stoples kecil atau plastik khusus. Sementara itu, saus atau bumbunya tinggal dituang. “Bisa dimakan sambil jalan, dalam mobil, atau sambil santai juga bisa,” ujar Dyah, ketua kelompak B6, inovator rujak cingur.

Dosen bisnis kuliner UC Hari Minantyo mengatakan, yang dilakukan mahasiswa itu adalah bagian dari upaya melestarikan makanan tradisional. Agar tidak punah dan bisa dikenal oleh semua kalangan. “Ada bukunya dan pengunjung langsung bisa baca atau mendengar penjelasan dari mahasiswa, “ tutur pria yang sudah mengabdi 10 tahun di UC itu. (his/c10/ady)

As written in: Jawa Pos, Minggu 18 November 2018 – Modern West