Mahasiswa Universitas Ciputra Promosikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Mahasiswa Universitas Ciputra Promosikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

20/06/2016, Faculty of Entrepeneurship and Humaniora (FEH) melalui matakuliah BNS (Basic Natural Science) menyelenggarakan BNS competition yang diikuti oleh mahasiswa Universitas Ciputra. BNS ini merupakan salah satu mata kuliah umum yang dikelola oleh Fakultas Entrepreneurship dan Humaniora. Melalui mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat berpikir kritis, kreatif, sistemik dan ilmiah, serta etis. Selain itu juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup, membuka wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan, dan teknologi. Semua ini bertujuan agar mahasiswa Universitas Ciputra dapat ikut berperan mencari solusi pemecahan masalah lingkungan hidup secara nyata.

3 4 2

Kompetisi yang diselenggarakan dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada 5 Juni yang lalu ini bertujuan untuk mempromosikan gaya hidup yang ramah pada lingkungan. Selaras dengan semangat untuk menjaga kelestarian lingkungan sehingga diangkat tema kompetisi “Green Lifestyle

Dalam kegiatan ini dapat ditemukan berbagai project yang menarik, diantaranya adalah pengembangan pakan ternak (kelinci) dari ampas tahu. Produk ini telah diujicobakan pada kelinci peliharaan salah satu peserta dan menunjukkan hasil yang baik. Pakan ternak ini disajikaan dengan 3 varian (original, mix jagung, mix pelet). Selain itu ada juga pestisida organik yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan, telah diuji coba, efektif untuk menyuburkan lahan. Ada juga yang berinisiatif merancang edukasi lingkungan sejak dini di Sekolah Dasar Negeri Sumber Welut 3, Surabaya Barat melalui sosialisasi (banner, poster), cerdas cermat, lomba hias tong sampah. Guru Sekolah merespon positif, membuka kesempatan untuk program kerjasama lebih lanjut

Dewan juri akhirnya memutuskan tim Destine Salim (18), Chrissellya (18) dan Alda Yunalvita sebagai juara 1, Tim ini memiliki ide untuk memberikan edukasi lingkungan sejak dini. Tim ini berupaya menyumbang tong sampah untuk dijadikan media menggambar di SDN Sumur Welut 3 Surabaya. “Menurut kami menjaga lingkungan harus dimulai sejak dini. Makanya pembentukan karakter penting, kami berharap mampu membantu pengembangan karakter ini,” terang Destine.

6 9 10 (1) 1

Prigi Arisandi, koordinator mata kuliah Basic Natural Science menjelaskan, selama ini kuliah hanya terbatas pada textbook. Sehingga observasi harus dilakukan berdasarkan keadaan nyata, yaitu dengan mengangkat masalah yang ada di media, mulai sampah, air, hingga energo. “Di UC mahasiswa memang didorong untuk menjadi entrepreneur yang bertanggung jawab atas keberlangsungan bumi. Sehingga selalu mempertimbangkan people, planet, dan profit,” tutur pria berambut gondrong itu.