Mahasiswa UC Interior Architecture Tembus ke 100% Design Shanghai

Mahasiswa UC Interior Architecture Tembus ke 100% Design Shanghai

Selasa, 15 November 2011, Miela Indarto dan Priscillia dari Jurusan Interior and Architecture (INA) 2009 Universitas Ciputra (UC) membagikan pengalaman mereka selama pameran
di 100% Shanghai Great Expo 2011 yang diselenggarakan mulai tanggal 3-5 November 2011. Cerita bagaimana Lala, sapaan dari Miela Indarto dan Priscillia bisa sampai ke 100%
Shanghai Great Expo 2011 karena Ibu Chendekia yang adalah Kepala Jurusan Interior and Architecture memberikan kesempatan dan kepercayaan pada mereka berdua ambil bagian di
event Internasional tersebut.

Mulanya Bu Chen, sapaan dari Ibu Chendekia sering menghadiri acara pameran-pameran desain interior yang diselenggarakan di Cina. Karena hampir setiap tahun datang, membuat
beliau berkeinginan bahwa suatu hari kelak anak didiknya akan diajak ikut serta berpameran di sana. Karena sering sekali menjadi visitor dalam pameran tersebut akhirnya Bu Chen diberikan tawaran untuk berpameran di 100% Shanghai Great Expo 2011. Kesempatan berharga tersebut akhirnya diberikan kepada Lala dan Priscillia, karena mereka berdua dianggap layak untuk mewakili INA UC dan pada saat yang bersamaan mereka berdua juga berhasil masuk ke final lomba living etc.
Produk yang mereka bawa ke Cina adalah Perfecto sebuah kursi yang memiliki konsep green design karena dibuat dari bahan kayu peti. Selain itu juga Perfecto merupakan kursi yang sangat compact dan flexible. Satu produk perfecto dibandrol seharga $ 60. Di Cina mereka membawa 7 buah kursi Perfecto dan semuanya laku terjual. Pembelinya adalah dosen jurusan desain di kota Da Lian derah utara Cina. Selama di Cina Lala dan Priscillia mendapatkan banyak pengalaman seperti, belajar bagiaman mengadakan expo, melakukan negosisasi harga, berbahasa dan bertata laku. Selama di Cina, perilaku orang Indonesia dan orang Cina sangat berbeda, kondisi lingkungan di Cina sangat bersih, kemana-mana juga tinggal jalan kaki, orang Cina lebih menghargai desain dibandingkan orang Indonesia dan yang paling berkesan adalah ternyata orang-orang di Cina sangat susah untuk berkomunikasi dengan bahasa Inggris meskipun itu adalah bahasa global.
Rencana ke depannya mereka berdua akan mendirikan perusahaan yang resmi berbadan hukum, melakukan perbaikan produk terus menerus dan mengembangkan usaha tidak hanya dalam bidang interior desain namun juga mebel. Saat ini mereka juga sedang menggarap sebuah proyek yang berada di Plasa Segi Delapan. Pesan dari Bu Chen untuk mereka “Jika ada kesempatan segera ambillah kesempatan itu, hidup ini seperti berhadapan dengan pintu dan tangga. Kita tidak akan pernah tahu isi pintu sampai kita membukanya dan kita tidak akan pernah tahu tangga akan membawa kita naik ataupun turun tergantung dari bagaimana kita memanfaatkanya sebaik mungkin”.