Mahasiswa Tugas Akhir, Beauty Retoucher Langganan Artis, Pamerkan Karyanya di Linear Atrium CWS

Mahasiswa Tugas Akhir, Beauty Retoucher Langganan Artis, Pamerkan Karyanya di Linear Atrium CWS

(Surabaya/ 16 Mei 2019)
Program Studi Visual Communication Design (VCD) Universitas Ciputra berkomitmen menghasikan lulusan yang mempunyai ciri khas dan keautentikan dalam berkarya pun karyanya diminati market. Salah satu model pembelajarannya melalui pameran karya Tugas Akhir yang dikonsep sangat unik dalam bentuk Pop Up Market. “Bukan hanya ujian dihadapan dosen penguji, namun mengikutsertakan market sebagai pengujinya. Pameran ini juga jadi bisnis launching mahasiswa,” papar Chirstian Angrianto, Kepala Program Studi VCD. “Bobot dari hasil penilaian pameran ini sebesar 30% pada Nilai Tugas Akhir, jadi ini bukan pameran yang main-main”, imbuhnya. Christian juga memaparkan bahwa proses ketemu dan mendapat penilaian secara langsugn dari market adalah hal penting dalam suksesnya bisnis yang akan digarap lebih serius oleh mahasiswa. 
 
Menyikapi masih sangat terbatasnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya sebuah desain, acara ini juga ditujukan untuk mengedukasi masyarakat tentang fungsi desain yang bukan hanya sebatas tempelan gambar semata. “Desain yang dibuat bisa menambah value pada produk yang dibuat. Bahkan bisa jadi media promosi, jadi icon khas pada sebuah produk,” jelasnya. Tidak kurang 37 produk dengan jenis bisnis Hobby & Illustration, Decoration, Multimedia, Fashion, Packaging, Clothing, KIds, Food and Beverages akan dipamerkan di Linear Atrium Ciputra World, tanggal 17-19 Mei 2019.
 
Satriyan Wildan Kurnia selain memamerkan bisnis Family Photography dengan Brand Genealogy, menawarkan pelayanan prima, one step service, dia juga pamerkan bisnis jasa sebagai seorang Beauty Re- Toucher. “Berawal dari magang di Studio 47 Jakarta, saya banyak belajar tentang ilmu ini. Tiga bulan penuh saya belajar, dan akhirnya terima klien,” jelas Wildan. “Klien puas dengan karya saya. Jadi akhirnya banyak juga saya dapat klien dari Studio 47,” paparnya. Wildan mengaku bahwa klien yang banyak dia layani bergerak dibidang Profil Agency dan Klinik Kecantikan.
 
*Beberapa contoh produk lain yang dipamerkan :*
 
*Yeremia Adicipta (nama bisnis : The Yellow Owl)*
Mainan Edukatif, Draw-and-Colour-Yourself Flashcards: The A to Z Animal Series, sesuai usia perkembangan anak yang mudah dibawa kemana-mana. Orang tua dapat mengajarkan anak cara membaca, menulis, bahkan menggambar dan mewarnai. Sekaligus dapat menjadi sarana bonding & interaksi anak dan ortu. Produk flashcard The Yellow Owl memiliki 2 sisi. Sisi depan berisi gambar binatang dan tulisan, sedangkan di sisi belakang anak bisa belajar menulis dengan men-trace hurufnya dan mewarnai gambarnya. Produk ini juga dilengkapi companion cards yang berisi fun facts tentang masing-masing binatang sebagai alat bantu untuk orang tua berkomunikasi dengan anaknya.
 
*Rehuel Elfan Christian (nama bisnis : Haathee)*
Deskripsi singkat:
We strongly believe that every relationship has their own journey and deserve to be told in a beautiful way; It has always been our incredible source of inspiration. Procured from Hindi word, हाथी, which means ‘elephant’, an exuberant beautiful creature with full of deep emotions, a wanderer – taken from its philosophy, we’re just like the elephants, become a loyal friend to feel at ease and would extracted into purest emotion and timeless moments. This attached us with the intimacy of two souls, the purest kind of art that can be achieved through a relationship as a best friend. We tend to mention Haathee as a best friend rather than strictly vendor. 
 
We value real emotions, the honest moment and capture how it all really felt. We do believe, our persistence with trust is the way to keep us growing. There is nothing more gleefully geeking out and fulfilling than filming the real emotion and purest connection between every love journey through #intimatepilgrimage.
 
*Steffy Fukuhara (nama bisnis : One Pose Café)*
Bisnis keluarga yang bergerak bidang thematic café. Maraknya trend foto cantic di tempat makan, One Pose Case menangkap peluang tersebut. “Di Surabaya belum banyak café yang instagrable. Ada pun ya konsepnya sama dari awal buka sampai sekarang”, tutur Steffy. “Dekorasi café kami ini sesuai dengan tema-tema yang sedang berlangsung, missal Natal, Idulfitri, Valentine”, imbuhnya. Dengan tetap mempertahankan Beruang sebagai Icon khasnya, Steffy mengembangkan bisnisnya dengan membuat stiker line, stiker, bahkan souvenir.
_the first thematic cafe at surabaya with alots of teddy bear to accompany your experience_