Log Zhelebour, Berani Mengambil Peluang yang Ditakuti

Log Zhelebour, Berani Mengambil Peluang yang Ditakuti

Penikmat skena musik tahun 80-90an pasti merinding mendengar namanya. Log Zhelebour. Dia adalah promotor sekaligus produser bertangan dingin yang mengorbitkan sejumlah musisi rock papan atas tanah air. Siapa yang tidak kenal Nicky Astria, Jamrud, atau Boomerang? Log juga yang banyak menyediakan panggung bagi God Bless, salah satu legenda Rock Indonesia.

IMG_7479

Rabu (12/8) lalu, Log Zhelebour berbagi kisah dan kiat suksesnya pada entrepreneur muda, para mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya. Pemilik nama asli Oen Oen Log menjadi guest speaker untuk kuliah Entrepreneurship 1 (E1): The Ground Breaker. Karena temanya kali ini adalah Creative Festival, maka Log dirasa pas untuk memberikan pandangan bagaimana mencari peluang untuk mengadakan even.

“Jangan malu untuk melatih naluri, itu dulu yang pertama,” katanya bersemangat mengawali kisahnya. Log bisa membesarkan bisnis promotor dan event organizer juga label rekaman berkat kepiawaiannya melobi sehingga orang percaya kepadanya. Ilmu marketing yang satu ini sudah diasahnya sejak sekolah di SMA St. Louis 1 Surabaya. Log yang dijuluki selebor oleh teman-temannya karena tingkahnya, tak pernah malu menjajakan catering rantangan milik ibunya. “Saya berani rugi dulu. Bagi makanan gratis agar mau coba dulu. Sama saat jadi promotor, rugi dulu sedikit agar orang percaya,” katanya.

IMG_7473

Rock adalah hal yang dihindari orang kala itu. Musiknya yang cadas diidentikkan dengan kekerasan dan kerusuhan. “Izin panggungnya susah sekali sampai berlapis-lapis. Apalagi waktu itu, jaman orba, segala bentuk konser musik diartikan sebagai kegiatan poilitik, makin susah lagi,” kenangnya. Konser music rock kenyataannya memang banyak yang berakhir rusuh, banyak fasilitas yang rusak dan sejumlah resiko lainnya. Para pemain bisnis hiburan ogah menjamahnya.

“Orang lain anggap ini tak menjanjikan, justru saya kira itu peluang yang bagus. Bisnis yang dihindari orang, yang ditakuti, nggak ada pesaing, nah saya berani!,” katanya tegas. Langkah berani lainnya, dia membuat namanya sendiri sebagai nama perusahaan. Agar kalau terjadi apa-apa, dialah yang langsung bertanggung jawab. Bukannya tanpa masalah, di awal penyelenggaraan festival rock dia pernah merugi dengan mengganti 500 kursi yang rusak. Sejak itulah festival musik dia buat tanpa kursi, dan format ini jadi tren sampai sekarang.

Menghadapi dunia music rock, mental Log benar-benar terasah. Dia tak segan ‘mendidik pasar’ untuk ke arah yang lebih baik. Baik musisinya dibuat percaya diri untuk membawakan lagu-lagu mereka sendiri, maupun penggemarnya yang ‘diangkat stratanya’. “Pertama kita sendiri yang harus bangga dengan apa yang kita kerjakan. Itu berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan,” jelas promotor Nicky Astra yang melejit lewat Jarum Neraka ini. Dia berpesan agar entrepreneur muda mengedepankan integritas.

Selain Log, ada guest speaker lainnya, yakni Aleks Kowalski. Dia adalah penggagas sejumlah even kreatif yang mengangkat potensi-potensi Surabaya untuk dibanggakan. Sebut saja Sunday Market yang menjadi creative market pertama di Surabaya yang digilai anak-anak muda. Baru-baru ini, dia dan timnya juga menjadi otak geliat kawasan Ampel Surabay dengan Pasar Kampung Ampel. “Kenapa selalu Surabaya? Karena aku rasa kita tinggal di Surabaya, ada tanggung jawab moral. Apa yang kita lihat biasa aja bisa dikemas dengan bagus. Perluas frame of refrence,” pesannya. (puz).