Why Airbnb & Airy Rooms Fell From Successful Startup to Crisis Mode?

Oleh: Yohanes Yus Kristian (Mahasiswa PSY UC)

 

Tahun 2020, menjadi tahun yang tidak terduga bagi semua orang. Adanya wabah baru, COVID-19 yang menyerang seluruh bagian di bumi, telah mengubah tatanan sosial yang ada di dunia. Semua sektor terdampak dengan adanya pandemi yang diduga berasal dari China ini. Krisis pun mulai di alami dan dirasakan oleh semua kalangan. Dalam hal ini, salah satu faktor yang banyak mengalami dampak dari adanya pandemi adalah sektor wisata (Mutiah, 2020). Pandemi COVID-19 yang penularannya sangat cepat, memaksa seluruh sektor wisata yang ada di dunia harus di tutup. Sebab, sektor wisata adalah tempat banyak orang dari berbagai kalangan berkumpul, sehingga pemerintah memerintahkan seluruh sektor wisata ditutup sementara (Mutiah, 2020).

Adanya penutupan sektor wisata ini tidak hanya berdampak pada mereka yang memiliki atau bekerja di tempat wisata. Namun, bisnis yang menggantungkan labanya dari sektor pariwisata juga mengalami dampak dari adanya penutupan tempat wisata. Dalam hal ini, bisnis yang dimaksud adalah layanan online yang menyediakan jasa sewa penginapan seperti rumah atau apartemen (Safitri, 2020). Layanan online yang menyediakan jasa sewa penginapan ini biasanya menjadi pilihan tempat istirahat bagi orang-orang yang sedang bepergian ke suatu tempat wisata.  Kemudahan dalam proses pemesanan juga menjadi daya tarik bagi orang yang ingin bepergian jauh. Namun, dengan adanya penutupan tempat wisata karena adanya pandemi ini membuat layanan tersebut mulai mengalami penurunan hingga akhirnya tutup. Hal ini disebabkan tidak adanya orang yang bepergian jauh karena himbauan dari pemerintah untuk melakukan social distancing (Purnamasari, 2020).

Airbnb, perusahaan penyedia layanan jasa sewa rumah pertama dan terbesar di dunia ini juga mengalami dampak karena adanya pandemi ini. Airbnb yang di pimpin oleh Brian Chessky ini, sebelum pandemi menyerang, menjadi perusahaan penyedia layanan jasa sewa rumah yang sangat sukses dan meraup untuk banyak sekali. Sejak di rintis tahun 2008 hingga tahun 2017, omset Airbnb mengalami peningkatan pesat hingga meraup keuntungan 30 milliar (Kristo, 2017). Tidak hanya itu, naiknya omset Airbnb ini juga membuat naiknya jumlah karyawan yang bekerja. Ribuan karyawan dan ratusan penginapan tersebar di 65 ribu kota di hampir seluruh dunia (Kristo, 2017). Pertumbuhan perusahaan Airbnb yang sangat pesat, menarik perhatian para investor untuk mau menginvestasikan uangnya ke perusahaan Airbnb. Banyak investor yang akhirnya mempercayakan sahamnya kepada perusahaan Airbnb pada waktu itu (Anestia, 2016). Kejayaan yang dirasakan waktu itu, akhirnya Airbnb membangun sebuah kantor pusat di San Fransisco dengan ribuan karyawan yang bekerja di kantor tersebut (Istimewa, 2018). Melihat hal itu, hingga tahun 2019 awal, perusahaan Airbnb masih menjadi perusahaan terbesar di bidang layanan penyedia jasa penginapan.

Namun tak di sangka, setahun setelah masa kejayaan karena banyaknya investor yang melakukan investasi di perusahaannya, Airbnb harus mengalami suatu tragedi. Tepatnya pada bulan Oktober tahun 2019, terjadi penembakan pada 5 orang hingga tewas di rumah sewaan Airbnb (Augesti, 2019). Akibat tragedi tersebut, Airbnb mengalami banyak kecaman dari berbagai pihak untuk meninjau ulang mengenai aturan sewa penginapan. Bukan hanya kecaman dari berbagai pihak, tetapi Airbnb juga mengalami penurunan omset yang cukup banyak  hingga menyebabkan kerugian. Akhirnya, untuk dapat mengatasi kecaman yang diterima dan meningkatkan omset yang sempat turun, pihak Airbnb akan berkomitmen untuk memperbaiki layanannya di awal tahun 2020 (Augesti, 2020).

Berharap bisa bangkit dan mengembalikan keadaan seperti sebelum tragedi, ternyata tak di duga masalah baru mulai menghadang. Pertengahan Januari 2020, situs berita CNN dunia menyampaikan bahwa virus berbahaya di temukan di China. Dengan adanya kasus tersebut, China mulai menutup dan melarang adanya perjalanan wisata baik dalam atau luar negeri (Firdaus, 2020). Pada waktu itu, tidak ada yang mengira bahwa virus tersebut akan menjadi pandemi dunia, sehingga Airbnb sendiri belum merasa terdampak dengan kasus tersebut. Namun, tak lama kemudian, tepatnya pada bulan Maret 2020, presiden Donald Trump mengumumkan bahwa akan menutup dan menghentikan aktivitas di sektor pariwisata (Nugroho, 2020).

Mengetahui bahwa penyebaran COVID-19 semakin meluas, Airbnb mulai merasakan dampaknya. Sebab, banyak tempat wisata di berbagai belahan dunia mulai ditutup dan dihentikan hingga waktu yang tidak ditentukan. Dengan adanya hal itu, Airbnb mengalami kerugian omset hingga 2 miliar dolar, karena adanya krisis tersebut (Fadila, 2020). Puncaknya adalah pada bulan Mei lalu, Brian Chessky mengumumkan bahwa karena adanya krisis maka perusahaan harus memberhentikan 1900 karyawannya dari total 7500 karyawan perusahaannya (Intan, 2020). Chessky juga menambahkan bahwa dirinya tidak akan mampu memastikan sampai kapan perusahaannya ini akan tetap mampu bertahan di tengah krisis pandemi seperti ini, sebab hingga sekarang sektor pariwisata masih menjadi salah satu sektor yang terdampak dengan adanya pandemi ini, sehingga dirinya menyebutkan bahwa tidak dapat memprediksi sampai kapan perusahaannya dapat bertahan. Namun, dirinya menyebutkan bahwa perusahaannya akan mencoba bertahan dan beradaptasi dengan sebagian karyawan dan aset yang dimilikinya (Intan, 2020).

Di Indonesia sendiri, perusahaan penyedia layanan jasa sewa penginapan juga mengalami dampak yang hampir sama dengan yang dialami perusahaan Airbnb. Salah satu penyedia layanan tersebut adalah Airy Rooms.  Airy Rooms yang didirikan pertama kali tahun 2015 oleh Danny Handoko dan Samsu Sempena ini juga mengalami nasib yang sama dengan Airbnb (KumparanTech, 2020). Sebelum adanya wabah pandemi di Indonesia, Airy Rooms menjadi salah satu layanan penyedia jasa yang sangat di gandrungi oleh para traveler. Harga yang cukup murah dengan kualitas yang bisa memenuhi kebutuhan traveler, menjadi kelebihan dari Airy Rooms (Tessar, 2018). Melihat hal itu, sebuah perusahaan travel besar yaitu Traveloka akhirnya menggandeng Airy Rooms untuk menjadi salah satu mitranya. Kerjasama yang dilakukan dengan Traveloka semakin membawa nama Airy Rooms dikenal oleh kalangan luas (Yusra, 2016). Sejak di bangun tahun 2015, Airy Rooms terus menjadi pilihan favorit bagi para wisatawan yang ingin pergi ke tempat wisata. Dengan semakin berkembangnya Airy Rooms, akhirnya Airy Rooms juga menambah layanan pesan tiket pesawat di dalam layanannya (Advertorial, 2017). Hal itu semakin menunjukkan bahwa Airy Rooms benar-benar ingin melebarkan sayapnya sebagai layanan jasa sewa penginapan terbesar di Indonesia. Berdasarkan situs resmi dari Airy Rooms, sejak di bangun hingga tahun 2020 awal, Airy Rooms memiliki 2000 mitra hotel dan mengelola 30.000 kamar hotel yang tersebar di 100 kota di seluruh Indonesia (AiryRoomss, 2020).

Namun, nasib baik itu tak bertahan lama sejak adanya pandemi di Indonesia. Adanya larangan dari pemerintah untuk tidak melakukan aktivitas seperti traveler atau berwisata, membuat sektor pariwisata di Indonesia sepi pengunjung. Di tutupnya hampir semua wisata di Indonesia dan adanya penutupan bandara, membuat turis asing tidak bisa masuk ke Indonesia (Aditya, 2020). Hal tersebut membuat perusahaan Airy Rooms harus mengalami masa-masa berat. Lebih lanjutnya, adanya penurunan penjualan yang sangat signifikan dan banyaknya permintaan refund biaya batal pesan, situasi tersebut membuat perusahaan Airy Rooms mengalami banyak sekali penurunan omset (KumparanTech, 2020). Meski berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak perusahaan Airy Rooms, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil melihat kondisi pandemi yang semakin membuat ekonomi dan kondisi pasar di Indonesia tumbang. Tak kuat bertahan, akhirnya PT Airy Nest Indonesia atau yang dikenal dengan Airy Rooms mengumumkan bahwa sejak tanggal 31 Mei 2020, perusahaannya akan menghentikan seluruh kegiatan operasional (KumparanTech, 2020). Akibatnya, semua kerjasama dengan mitra hotel dihentikan dan dengan terpaksa Air Rooms harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) skala besar (Kuswaraharja, 2020).

Airbnb dan Airy Rooms, hanyalah salah satu dari sekian banyak layanan penyedia jasa sewa penginapan yang harus mengalami pailit karena adanya pandemi COVID-19. Namun, bukan hanya pada bisnis pariwisata saja yang terkena dampak, bisnis dalam sektor yang lain juga mengalami krisis karena adanya pandemi ini. Berbagai upaya telah banyak dilakukan oleh mereka yang terdampak karena pandemi, namun hanya ada dua hal yang akan terjadi, bertahan atau mengalami kejatuhan. Airbnb dan Airy Rooms adalah beberapa contoh bisnis yang mencoba bertahan dengan adanya pandemi. Mencoba berbagai upaya untuk dapat bertahan ditengah ekonomi yang tumbang.

 

Daftar Pustaka

Mutiah, D. (2020 Maret 23). Sektor pariwisata tumbang akibat corona Covid-19, Menparekraf masih siapkan solusi. Liputan6.com. Diakses dari https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4209455/sektor-pariwisata-nyaris-tumbang-akibat-corona-covid-19-menparekraf-masih-siapkan-solusi, 30 Juni 2020.

Kuswaraharja, D. (2020 Mei 15). Airy Roomss tutup, ratusan karyawan terkena PHK. DetikTravel.com. Diakses dari https://travel.detik.com/travel-news/d-5015957/airy-Roomss-tutup-ratusan-karyawan-terkena-phk, 30 Juni 2020.

Aditya, N, R. (2020 April 07). 1174 hotel di Indonesia tutup karena pandemi virus corona , pegawai hotel kini cuti tak di gaji. Kompas.com. Diakses dari https://travel.kompas.com/read/2020/04/07/180700727/1174-hotel-di-indonesia-tutup-karena-pandemi-virus-corona-pegawai-hotel-kini?page=all, 30 Juni 2020.

Safitri, K. (2020 Maret 08). Mengukur dampak wabah virus corona ke bisnis hotel. Kompas.com. Diakses dari https://money.kompas.com/read/2020/03/08/110805326/mengukur-dampak-wabah-virus-corona-ke-bisnis-hotel, 30 Juni 2020.

Purnamasari, D, M. (2020 Maret 27). Imbauan pemerintah atasi COVID-19: Physical Distancing hingga tak mudik. Nasional Kompas.com. Diakses dari https://nasional.kompas.com/read/2020/03/27/08404881/imbauan-pemerintah-atasi-covid-19-physical-distancing-hingga-tak-mudik?page=all, 30 Juni 2020.

 

Kristo, F, Y. (2017 November 23). Diminta di blokir, ini sejarah Airbnb yang mengusik hotel. Detiknet.com. Diakses dari https://inet.detik.com/cyberlife/d-3738974/diminta-diblokir-ini-sejarah-airbnb-yang-mengusik-hotel, 30 Juni 2020.

Yusra, Y. (2016 Juni 13). Gandeng Airy Roomss, Traveloka sediakan pencarian budget hotel. Dailysocial.id.  Diakses dari https://dailysocial.id/post/gandeng-airyRoomss-traveloka-sediakan-pencarian-budget-hotel, 30 Juni 2020.

Anestia, C. (2016 Agustus 08). Valuasi Airbnb meroket hingga Rp 390 triliun. Liputan6.com. https://www.liputan6.com/tekno/read/2571965/valuasi-airbnb-meroket-hingga-rp-390-triliun, 30 Juni 2020.

Istimewa. (2018 Juni 16). Kantor keren Airbnb, startup yang bikin hotel ketar ketir. Detikinet.com. diakses dari https://inet.detik.com/fotoinet/d-4070831/kantor-keren-airbnb-startup-yang-bikin-hotel-ketar-ketir, 30 Juni 2020.

Augesti, A. (2019 November 03). Pesta hallowen berujung maut di hotel Airbnb California, 5 orang tewas. Liputan6.com. diakses dari https://www.liputan6.com/global/read/4101857/pesta-halloween-berujung-maut-di-hotel-airbnb-california-5-orang-tewas, 30 Juni 2020.

Firdaus, A, M. (2020 Januari 31). Per 31 Januari , 213 orang meninggal oleh virus corona. Ayobekasi.net. Diakses dari http://www.ayobekasi.net/read/2020/01/31/4997/per-31-januari-213-orang-meninggal-oleh-virus-corona, 30 Juni 2020.

Nugroho, A, C. (2020 Maret 12). Trump tutup perjalanan dari Eropa 30 hari ke depan. Kabar24.com. Diakses dari https://kabar24.bisnis.com/read/20200312/19/1212311/trump-tutup-perjalanan-dari-eropa-30-hari-ke-depan, 30 Juni 2020.

Fadila, A. (2020 Maret 31). Akibat wabah virus corona, Airbnb ganti kerugian penyewaan rumah. Internationalkontan.co.id. Diakses dari https://internasional.kontan.co.id/news/akibat-wabah-virus-corona-airbnb-ganti-kerugian-penyewaan-rumah, 30 Juni 2020.

Intan, P. (2020). Airbnb PHK 1900 karyawan demi pertahankan bisnis di tengah corona. DetikTravel.com. Diakses dari https://travel.detik.com/travel-news/d-5004775/airbnb-phk-1900-karyawan-demi-pertahankan-bisnis-di-tengah-corona, 30 Juni 2020.

KumparanTech. (2020 Mei 07). Startup Airy menyerah akibat pandemi corona, semua mitra hotel di tutup. Kumparan.com. Diakses dari https://kumparan.com/kumparantech/startup-airy-menyerah-akibat-pandemi-corona-semua-mitra-hotel-ditutup-1tMzNYObX47/full, 30 Juni 2020.

Advertorial. (2017 Oktober 16). Dengan Airy, kini bisa pesan tiket pesawat dengan harga terbaik. DetikNews.com. Diakses dari https://news.detik.com/adv-nhl-detikcom/d-3683260/dengan-airy-kini-bisa-pesan-tiket-pesawat-dengan-harga-terbaik, 30 Juni 2020.

Tessar, N. (2019). Rahasia sukses jadi pelaku industry pariwisata. Liputan6.com. Diakses dari https://www.liputan6.com/lifestyle/read/3815787/rahasia-sukses-jadi-pelaku-industri-pariwisata, 30 Juni 2020.

www.airyRoomss.com

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *