Upaya Dinda Kurangi Limbah Perajin Mebel_Sulap Serbuk Kayu Menjadi Anting. Surya. 2 Oktober 2020.Hal.1,15. Dinda Hirana Faresky. FDB

Melestarikan lingkungan agar tidak semakin dipenuhi limbah menjadi hal yang harus dilakukan sernua orang. Di antara nya adalah mendaur ulang limbah ataupun 
menggunakan bahan yang ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

INI seperti dilakukan Dinda Hirana Faresky (20). Ia sukses mendaur ulang limbah serbuk kayu yang dihasilkan oleh para perajin mebel.

“Jadi saat saya di Mojokerto melihat begitu banyak limbah serbuk kayu dari mebel-mebel, dari sanalah terpikirkan memanfaatkan untuk membuat aksesori anting agar dapat mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan,” kata Dinda saat ditemui di Delta Gardenia 3, Deltasari Baru, Waru Sidoarjo, Kamis (1/10).

Sebelum memulai proses produksi, binda mengambar beberapa desain aksesori anting yang akan dibuat pada sebuah kertas.

Kemudian mahasiswi Fashion Product Design And 13usiness. Universitas Ciputra Surabaya ini menyiapkan epoxy resin, serbuk kayu, dan lem sebagai bahan utama dalam pembuatan.

“Alasan kenapa saya xnemilih bahan resin jenis epoxy ini karena saya ingin membuat anting yang berkualitas serta terlihat clear, karena apabila pakai resin yang harganya lebih murah warnanya cepat berubah menjadl kekuningan gitu,” ujar perempuan * kelahiran Malang, 17 Maret 2000 ini.

Proses pernbuataannya, lanjut DInda, pertama mengambil limbah kayu terlebih dahulu. “Serbuk kayu xang dari perajin mebel tersebut dikirim teman saya dari Mojokerto ke sini,” ungkapnya.

Kedua, serbuk kayu diayak sarnpai halus. “Jadi serbuk kayu itukan masih kotor dan penuh paku dan printilan-printilart lainnya jadi harus ayak dulu dan dipilah,” ujarnya.

Ketiga, serbuk kayu diberi pewarna. Dalam proses ini Dinda lebih memilih menggunakan pewarna makanan karena dianggap lebih dapat diserap oleh serbuk kayu. Kernudian dikeringkan dengan dijemur di atas sinar niatahari seiama satu hari.

Keempat, setelah kering serbuk kayu dicetak kedalam resin dengan bentuk yang sesual pola seperti yang diinginkan. .

“Saya mengunakan stik kayu buatan ayah untuk meratakan serta membentuk pola serbuk-kayu di dalarn resin agar rapat, yang rnana sebelumnya ‘resin dilumuri lem terlebih dahulu kemudian dikeringkan sampai padet kira-kira seharian lagi, dan yang terakhir cetakannya ditutup dengen resin,” katanya.

Sebelum berhasil, Dinda mengalami kegagalan berkali-kali dalam melakukan percobaan hingga berhasil setelah tiga kali percobaan.

“Awalnya jelek banget, karena tidak tahu takaran, resin ini kadang keras,. kadang lembek, kadang gagal, aku butuh berkalikali eksperimen untuk mengetahui takaran yang pas,” ungkapnya. Dengan hasil aksesori anting ini, Dinda berharap orang lebih peduli terhadap lingkungan sekitar yang penuh dengan limbah.

“Dengan orang-orang tau aksesori anting ini, meski hanya melihat, menggunakan, atau bahkan ikut memproduksi limbah serbuk kayu ini, semoga nantinya orang-orang akan semakin peduli dengan lingkungannya,” pungkasnya.. (mohammad zainal arif)

 

            Sumber: Surya. 2 Oktober 2020. Hal 1, 15

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *