UC Library & Rahmi Hidayah

 

Adalah Rahmi Hidayah mahasiswi jurusan Marketing Communication Universitas Ciputra yang saat ini menginjak semester 3 di UC ini telah membuktikan bahwa menjadi seorang entrepreneur sekaligus menjadi mahasiswa bukanlah hal yang tidak mungkin. Sudah sejak dibangku sekolah Rahmi menekuni entrepeneurship, bahkan secara otodidak, mahasiswi kelahiran Gresik ini membuat sendiri kreasi bros dan gantungan kunci berbahan flannel dan dijualnya ke teman-teman, serta gurunya ketika di SMP kelas 8.

Semangat entrepreneurship tersebut terus dibawa sampai di bangku kuliah di mana saat ini Rahmi memiliki bisnis dibidang Florist & Gift, bernama ‘FLOWERSTORE’. Saat ini, bisnis yang resmi berdiri sejak tahun 2015 ini memiliki 3 karyawan, dan tepat pada bulan Februari tahun ini, FLOWERSTORE membuka cabang pertama di Lamongan dengan 2 karyawannya. Sebuah capaian yang luar biasa bagi seorang entrepreneur muda asal Gresik ini.

UC Library berkesempatan mewawancarai Rahmi, dan bertanya mengenai suka dukanya dalam menjalankan bisnis serta tugasnya sebagai seorang mahasiswa aktif MCM-UC. Berikut hasil wawancara singkat kami:

 

Bagaimana sih caranya kamu agar bisa mendapatkan fresh idea dan inspirasi untuk perkembangan bisnismu?

Harus terus mengikuti perkembangan jaman, dan selalu perbanyak referensi, referensinya bisa dari youtube mancanegara, pinterest, instagram brand-brand Florist yang besar di Indonesia, setelah itu saya ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) mereka. Selain itu untuk menajemen sendiri, saya belajar dari buku ‘Manajemen Bisnis’ di Library, disitu saya belajar tentang cara me-manage ditoko itu bagaimana, berelasi dengan karyawan dan memposisikan diri sebagai pimpinan itu juga bagaimana, disitu juga saya belajar, bahwa leadership sangat dibutuhkan di dalam bisnis, karena saya menjadi cerminan dan contoh bagi para karyawan saya di toko.

 

Dari semua ide dan pelajaran yang kamu dapatkan, bagaimana kamu menerapkannya di lapangan?

Penerapan lebih susah sebetulnya, karena teori yang kita dapatkan hanya sebagai dasar, dan jika kita mau meng-implementasikannya, kita harus menggunakan kreativitas kita. Jika materi atau teorinya ‘A’, kita bisa mengembangkannya jadi ‘A+’, tergantung kreativitas kita dan situasi di lapangan. Di Flowerstore sendiri, salah satu tantangan dari produk, muncul dari ekspektasi customer di mana mereka ingin bunga yang ‘fresh’ dan tidak layu. Nah kita harus bisa memberikan apa yang customer inginkan. Ada banyak perjuangan dibaliknya, kita setiap hari harus menyirami, memotong bunganya, dan mencari cara agar kesegaran bunga tetap awet dan itu semua tidak mudah lo.

Dari manajemen toko sendiri harus bisa memanajemen diri sendiri dulu, bagaimana kita berbicara, ‘ngayomi’ anak buah kita, karena mereka adalah tanggung jawab kita, kita yang ‘ngidupin’ mereka.

 

Nah selain berbisnis, kamu juga kuliah, gimana kamu bisa menjalankan keduanya?

Mengatur waktunya sebenarnya juga agak kewalahan sih, di kampus tugas kuliah sudah numpuk, pulang ke toko di Gresik juga masih harus ‘ngurusin’ anak-anak, mengerjakan pesanan, akhirnya waktu istirahat yang berkurang. Sehari itu biasa tidur hanya 4 jam, maksimal 6 jam. Jadi sebetulnya cukup melelahkan.

Tapi saya selalu mendorong diri saya sendiri, karena jika kita mau selangkah lebih maju kita harus mau capek lebih dulu. Orang tua saya juga menjadi motivasi tersendiri buat saya karena mumpung saya masih muda dan orang tua saya sudah tua, sekarang saatnya saya yang bekerja keras bukan mereka lagi. Saya pun juga harus membuat kampus tercinta saya bangga dengan prestasi yang saya buat, belum lagi anak-anak di toko yang kerja bareng dan menjadi tanggung jawab saya. Terkesannya sih tanggung jawab saya begitu banyak dibelakang, tapi sebetulnya tanggung jawab tersebut juga menjadi penyemangat buat saya sendiri.

 

Kalau boleh tahu motto kamu ketika menjalani hidup sebagai entrepreneur sekaligus mahasiswa?

Jangan lupa bermimpi, tulislah mimpimu, bacalah mimpimu, dan percayalah mimpimu akan jadi nyata.

Saya sendiri di rumah punya ‘Jendela Motivasi’, jadi saya tulis semua mimpi yang ingin saya capai dalam 1 tahun kedepan dikertas lalu saya temple di jendela itu. 3 dari 5 mimpi saya sudah tercapai. Mimpi pertama saya adalah saya bisa kuliah dan bisa menjalankan bisnis, sama dengan brosur UC ketika saya hadir di Expo pameran di Gresik, ‘I am Student and I Have my Own Business’. Saya nulis kalimat ‘I am Student and I Have my Own Business’ selama 2 tahun dan akhirnya tercapai. Mimpi kedua saya adalah saya pengen masuk billboard di pintu masuk Citraland, dan yang ketiga adalah saya pengen IPK saya diatas 3,8. Dan 3 mimpi saya tadi sudah tercapai, tinggal 2 mimpi lagi dan saya percaya kalau mimpi ditulis pasti akan menjadi nyata.

 

Adakah pesan buat teman-teman mahasiswa lain yang punya keinginan seperti kamu, punya bisnis jalan, kuliah juga jalan dan mimpinya kedepan jadi tertata?

Jangan pernah melupakan orang tua. Jangan menentang orang tua karena orang tua yang lebih tahu dari kita, pun dalam berencana berbisnis. Jangan lupa ber-sedekah karena inti kehidupan adalah kita harus berguna bagi orang lain. Lalu juga jangan pernah meremehkan orang lain, kita harus belajar untuk menghargai orang lain dan peduli kepada orang di sekitar kita.

Menjadi seorang entrepreneur tidak boleh tutup telinga, kita harus open dan harus mau menerima kritik dan saran, karena itu pembelajaran bagi kita, kalau tidak, kita akan stagnan disitu dan ngak bakalan jadi apa-apa.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.