UC Kaji Warisan Budaya Kreatif. Jawa Pos. 16 Oktober 2018. Hal.23

SURABAYA – Begitu banyak warisan budaya Indonesia yang menarik untuk dipelajari. Karena itu, kemarin (15/10) Universitas Ciputra meresmikan berdirinya Center for Creative Haritage Studies (CCHS) atau Pusat Kajian Warisan Budaya Kreatif. Siapa pun bisa menikmati deretan warisan budaya seperti keris dan batik yang dipajang di perpustakaan plus mengakses arsip terkait yang sudah diolah menjadi bentuk digital.

Sekitar 12 keris dan dua tombak peninggalan kerajaan tempo dulu dipajang di perpustakaan di lantai 2 kampus bisnis tersebut. Yang paling mencolok adalah Keris Bethok Budha. Konon, benda yang diperkirakan berumur 300-500 tahun itu merupakan peninggalan Kerajaan Singosari.“Yang paling tua ya Keris Bethok Budha,” tutur Michael N. Kurniawan, dosen visual communication design dan fashion design and business Universitas Ciputra.

Selain itu, terdapat puluhan pajangan batik dari berbagai daerah. Diantaranya, ada batik peranakan pagi sore dari Pekalongan, batik Jambi, dan batik lasem. Ketiganya dibuat sekitar 1930. Juga, terdapat batik rohubangi dari Sumba Timur yang dibuat sekitar 1960-an. “Untuk sementara, koleksi yang paling tua hanya beberapa itu, kalau untuk muncul baru-baru ini banyak,” jelas Michael.

Rektor Universitas Ciputra Yohannes Somawiharja mengatakan bahwa CCHS akan mendata berbagai macam warisan budaya tempo dulu. Kemudian dijadikan objek kajian dan penelitian. Mulai sejarah, jenis motif, sampai makna simbolnya akan diteliti dan dikaji hingga tuntas. (his/c15/any)

Sumber : Jawa-Pos.16-Oktober-2018.Hal.23

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *