Tukangku dan Tukangmu, Dua Situs online Tukang Karya Mahasiswa. Jawa Pos.8 Juni 2018.Hal.21,31

 

Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan media sosial, para mahasiswa ini membuat usaha yang belum banyak digarap. Yaitu penyedia jasa tukang.

Mencari tukang yang berkualitas dan berkompeten dibidangnya memang menjadi tantangan bagi mereka yang sedang membutuhkan jasa tukang. Tak hanya itu, permasalahan terkait tukang yang kabur meninggalkan pekerjaan yang belum selesai juga menjadi trauma bagi masyarakat.

Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital, mahasiswa-mahsiswa Universitas Ciputra dan Universitas Negeri Surabaya menyediakan jasa tukang yang bisa dipesan via online. Jasanya mulai pekerjaan kasar sampai perencanaan dan penghitungan bangunan.

Berlabel TUKANGKU.com karya mahasiswa Ciputra dan TUKANGMU.com kayra mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, dua situs tersebut bermuara pada kebutuhan akan jasa tukang yang susah-susah gampang dicari.

Digawangi oleh Listyawan Fanny Muhammad, Mohammad Alfa Edison, Yoel Andro Sismano, Kevin Adhiya Kurniawandi, dan Rani Puspita Setiawan, TUKANGKU.com digagaskan masalah pribadi.

Listyawan Fanny Muhammad menuturkan, dirinya pernah mengalami hal yang kurang menyenangkan saat menggunakan jasa tukang. “Diminta tolong mengerjakan plafon yang rusak. Baru separo jalan, eh ditinggal pergi,” katanya.

Bagitu pula pengalaman Yoel Andri Sismano. Yoel, panggilan akrabnya, sudah membayar sejumlah uang muka untuk membangun rumahnya kepada tukang. ”Setalah bayar DP, tahu-tahu kabur tukangnya,” kenang Yoel.

Kelimanya kemudian membuat TUKANGKU.com pada 23 agustus 2017. Memang tak mudah mengawali bisnis di budang penyedia jasa tukang. Mereka harus bisa menyaring tukang yang benar-benar mempunyai kualitas yang baik. Untuk mencari yang sesuai klasifikasi, mereka mengandalkan informasi dari mulut ke mulut. “Kami juga turun ke berbagai CV dan proyek untuk mencari tukang,” ucap Listyawan.

Meski belum genap satu tahun, TUKANGKU.com sudah bisa dikatakan berkembang. Saat ini 50 proyek berhasil dikerjakan. Ada enam 6 yang masing-masing terdiri atas tiga orang. Selain gaji, para tukang itu memperoleh asuransi.

Sementara itu, TUKANGMU.com digagas tiga mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Yaitu, Dedi Irwansyah, Bahrul Amiq, dan Iwan Noerianto. Mereka mendirikan bisnis tersebut pada 22 Febuari 2017.

Agak berbeda dengan TUKANGKU.com, ketiganya membuat bisnis itu karena kerap dimintai job oleh tukang yang sebelumnya bekerja di proyek pembangunan bersama mereka.

“Awalnya risi dimintai pekerjaan terus. Tapi, setelah berdiskusi, kami memutuskan untuk membuat tukang online buat mereka,” kata Bahrul. Saat ini TUKANGMU.com memiliki 50 tukang yang siap bertugas. Terkait kenyamanan pengguna jasa, mereka memiliki SOP dalam bekerja. Di antaranya, tidak diizinkan merokok dan menggunakan bahasa kasar saat bekerja.

Jasa yang ditawarkan dua situs online tukang itu beragam. Mulai perbaikan atap. Arsitektir, batu keramik, cat, furnitur interior, kebersihan rumah, kebun, las, ledeng, sampai urusan kelistrikan. (*/c6/tia)

Sumber : Jawa-Pos.8-Juni-2018.hal.21,31

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *