Tim UC Mulai Mapping Potensi di Setiap Desa. Jawa Pos. 17 Oktober 2018. Hal.29. Research and Community Development

SIDOARJO – Tim dari Universitas Ciputra (UC) Mulai turun ke desa-desa peserta program Desa Melangkah 2018. Kemarin (16/10) tim dari kampus ternama di Surabaya itu untuk kali pertama mengunjungi tiga desa. Yakni, Desa Grogol dan Kebaron, Kecamatan Tulangan, serta Desa Tembak Sumur, Kecamatan Waru.

Program Desa Melangkah tahun ini memang asil kolaborasi antara Jawa Pos, Pemkab Sidoarjo, dan UC. Nah, kunjunga UC kemarin bertujuan untuk memetakan potensi desa setempat. Juga, sebagai langkah awal sebelum tim dari UC melakukan pendampingan desa ke depan.

Tim UC keli pertama mengunjungi Desa Kebaron dan disambut dengan hangat oleh Kepala Desa (Kades) Kebaron Mansur. Pada kesempatan itu, Mansur menyampaikan ada banyak potensi di desanya. Salah satu yang ikonik dan butuh pendampingan dadlah wisata petik jambu. Lokasinya di RT 2, RW 2.

Saat ini lebih dari seribu pohon jambu ditanam di Kebaron. Sudah banyak yang dateng ke kampungnya. Bahkan mereka Bukan hanya di Sidoarjo, melainkan juga luar kota. Meski begitu, kawasan tersebut masih perlu terus dikembangkan. “Ini bukan hanya wisata petik jambu, ada wisata outbound, tangkap ikan, dan kuliner juga,” jelas Mansur.

Nah, untuk memaksimalkan potensi tersebut, tim dari Ciputra melakukan Observasi. Selanjutnya, menentukan langkah-langkah untuk pengembangan potensi tersebut. “Wisata ini masih embrio. Kami siap untuk bantu mendampingi dan menumbuhkan lagi,” tutur Baswara Yua Kristama, staf Research & Community Development UC.

Terutama, lanjut dia, seputar tata kelola maupun bentuk-bentuk publikasinya. “Ini bisa jadi potensi pendidikan entrepreneur, sarana peningkatan pendapatan desa juga. Jadi, harus serius digarap,” paparnya.

Sejuumlah saran dan masukan pun muncul untuk mengoptimalkan potensi wisata tersebut.

Diantaranya, lokasi sentra kuliner dan kolam pancing yang perlu diperjelas. Lalu, harus ada spot khusus. Tanaman diperbanyak. Juga, hasil prduksi. Misalnya, olahan dari jambu seperti dodol, es krim, jus, dan olahan lainnya yang baru. Yang tidak kalah penting, rest area untuk pengunjung perlu ditambah.

Karena jalan masuk ke lokasi tidak terlalu lebar, Baswara juga menyarankan untuk menggaet warga agar menyediakan transportasi kecil roda tiga. Tujuannya, mengantar pengunjung yang menggunakan mobil-mobil besar. “Dari kunjugan ini, kami akan menganalisis data dari setiap desa,” paparnya.

Selain itu, tambah Baswara, pihaknya akan melakukan mapping kebutuhan apa untuk pembentukan badan usaha milih desa (BUMDes). Sebab, setiap desa tentu mempunyai potensi yang berbeda. (uzi/c15/hud)

Sumber : Jawa-Pos.17-Oktober-2018.Hal.29

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *