Tidak Mengunyah Picu Bau Mulut. Jawa Pos. 13 Mei 2019. Hal.19. drg Edra Brahmantya MM SpKg. Alumnus MM 001

            SURABAYA – Kesadaran untuk menjaga kesehatan dan kebersihan gigi serta mulut selama bulan puasa perlu meningkat dua kali lipat. Sebab, ketika berpuasa, risiko bau mulu juga semakin besar. Saat ditemui di MOOI Dental Center di kawasan Lontar, drg Edra Brahmanya MM SpKG mengungkapkan hal tersebut. Alumnus Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unair itu menjelaskan, meningkatnya risiko tersebut bukan tanpa alasan.

“Risiko bau mulut meningkat ketika puasa karena ada jangka waktu kurang lebih 14 jam tidak mengonsumsi apa pun. Sehingga rongga mulut menjadi lebih asam,” terangnya kemarin. Edra menuturkan, pada hari di luar puasa, konsumsi makanan, terutama sayur dan buah, membantu untuk menjaga keseimbangan air liur.

Terlebih saat mengunyah, self-cleansing atau pembersihan otomatis dari mulut yang menetralkan kadar asam di mulut akan timbul. Saat berpuasa, keasaman di mulut meningkat karena aktivitas mengunyah yang berkurang.

Hal tersebut diakui Edra sebagai salah satu faktor pemicu bau mulut. Untuk menurunkan risiko itu, pasien harus menuntaskan faktor internal dan eksternal dalam diri. “Internal itu faktor bawaan, seperti karang dan gigi berlubang. Kalau eksternal berarti membenahi lifestyle,” ujarnya. Dokter 28 tahun tersebut menambahkan, lifestyle itu merujuk pada kebiasaan menyikat gigi, berkumur, dan membersihkan lidah.

Dia menyebutkan, anatomi lidah memiliki banyak celah yang menjadi tempat tertinggalnya sisa-sisa makanan. Jika itu dibiarkan pada orang yang memiliki struktur anatomi lidah yang cukup dalam, hal tersebut bisa beresiko menjadijamur. “Lidah sama gigi kan bertetangga ya. Jadi, bisa saling menularkan bakteri. Maka sikat, kumur, sama bersihin lidahnya harus benar,” imbuhnya.

Pria yang juga alumnus Magister Manajemen Universitas Ciputra (UC) itu mengungkapkan, menyikat lidah sebaiknya menggunakan alat pembersih khusus. Sebab, pembersihan lidah dengan sikat gigi kerap menimbulkan rasa mual dan muntah. “Apalagi buat yang makan sahurnya pakai petai, jengkol, atau bawang putih yang memicu bau tajam di mulut. Betul-betul dibersihkan. Terus menyikat lidah dan berkumur. Lakukan sebelum imsak dan sebelum tidur malam hari,” papar dia. (hay/c12/tia)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *