Teknik Baru Atasi Tumor Tulang Jinak. Bisnis Indonesia. 22 Januari 2022. Hal. 7

Keberadaan tulang sangat penting untuk tubuh. Memiliki fungsi utama menopang dan menggerakkan tubuh, organ ini juga mampu melindungi organ dalam dari kerusakan, menyimpan nutrisi penting seperti kalsium dan fosfor, serta membentuk sel darah.

Kendati demikian, tulang bisa diserang sejumlah penyakit, salah satunya giant cell tumor (GCT). Penyakit ini adalah tumor jinak primer pada tulang yang memiliki kecenderungan lokal agresif. Tumor ini biasanya terjadi pada rentang usia 20-40 tahun.

Spesialis Ortopedi dan Trauma tologi Rumah Sakit Universitas Indonesia Muhammad Rizqi Adhi Primaputra mengatakan GCT sering terjadi pada bagian terbawah tulang paha, bagian teratas tulang kering, tulang di pergelangan tangan, dan bagian teratas tulang panjang di lengan atas. Gejala awal yang sering dirasakan adalah nyeri lokal pada daerah yang terkena dan bersifat progresif, terutama pada malam hari. Nyeri disusul oleh timbulnya benjolan pada daerah yang terserang.

Pada kondisi sudah lanjut, benjolan dapat menyebabkan ganggu an fungsi dari sendi.

Menurut National Institute of Health, cacat genetik atau faktor keturunan, cedera pada tulang, dampak pengobatan anti kanker pada anak anak, radiasi, hingga kanker yang menyebar ke tulang merupakan risiko pemicu tumor tulang jinak.

Dalam penanganannya, Rizqi menjelaskan pasien dapat dilakukan tindakan operasi limb salvage surgery, yaitu tindakan yang akan dilakukan sebisa mungkin dengan penyelamatan tulang yang terlibat. Tindakan sederhana yang dilakukan dapat berupa kuretase dari tumornya hingga pengangkatan sebagian tulang yang terkena dan dilakukan rekonstruksi sebagai pengganti tulang yang diangkat.

“Salah satu teknik kuretase dapat dikombinasikan dengan metode cryotherapy, yaitu salah satu metode untuk membunuh sel sisa tumor dengan cara pembekuan menggunakan nitrogen cair,” katanya. Penelitian dari luar negeri juga menemukan bahwa tindakan limb salvage surgery yang mengombinasikan teknik kuretase dengan metode cryotherapy pada kasus GCT, memiliki angka kekambuhan jauh lebih kecil dibandingkan hanya dengan kuretase biasa.

“Kalau dikombinasikan dengan cryotherapy kemampuan membunuh sisa sel tumor lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa dikombinasi dengan cryotherapy sehingga ini yang membuat angka kekambuhan lebih kecil,” katanya.

Sebagai informasi, pada 29 Desember 2021, Rumah Sakit Universitas Indonesia, menurut nya, berhasil melakukan operasi kasus GCT di bagian teratas tulang kering dengan tindakan penyelamatan ekstremitas berupa extended curettage, menggunakan cement dan cryotherapy, diikuti internal fiksasi menggunakan plate dan screw.

Operasi dilakukan pada pasien laki-laki berusia 45 tahun, dan berlangsung sekitar 2 jam.

Rizqi berharap keberhasilan operasi GCT dengan teknik limb Salvage Surgery ini, menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan pelayanan dalam bidang ortopedi dan traumatologi menggunakan teknologi mutakhir.

 

Sumber: Bisnis Indonesia. 22 Januari 2022. Hal. 7

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.