Tas Anyaman dari Pelepah Pisang. Jawa Pos. 12 Mei 2019. Hal.28. Gladys Gunawan.

            SURABAYA – Bagi sebagian orang pelepah pohon pisang sering dianggap sebagai sampah yang tak berguna. Namun, tidak demikian Gladys Gunawan. Dia mengkreasikan pelepah pisang menjadi tas anyaman. “Saya mencoba membuat sampah menjadi ’emas’. Selain itu, menghasilkan karya yang ramah lingkungan,” katanya. Tekstur pelepah pisang yang unik membuat hand bag maupun sling bag tampil menarik.

Perempuan 23 tahun itu menuturkan, untuk menjadi bahan anyaman itu, pelepah pisang harus melalui serangkaian proses panjang. Pelepah pisang yang masih basah dijemur hingga setengah kering. “Lalu, dipilin dan dijemur lagi hingga benar-benar kering,” ungkapnya. Selanjutnya, pelepah pisang yang sudah kering dianyam pada kerangka tas dari rotan. Baru kemudian dilakukan pengecatan dan finishing dengan paint coating.

Kenapa Gladys mengombinasikannya dengan rotan? Sebab, bila murni menggunakan anyaman pelepah pisang, tas tidak bisa berdiri tegak dan kukuh. Mahasiswa semester VIII Universitas Ciputra itu juga memberikan sentuhan modern pada handle-nya. Ada yang terbuat dari besi, rantai, mote, atau bambu dipanaskan.

Dengan kombinasi itu, tas karya Gladys tersebut bisa dipakai untuk sehari-hari atau ke mal. “Saya ingin mematahkan pendapat orang-orang kalau tas anyaman itu hanya cocok untuk ke pantai,” ucapnya. (ika/c20/nor)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *