Stop Plagiarism!

Banyak terjadi kasus plagiarism dalam dunia pendidikan perguruan tinggi. Padahal plagiarisme adalah budaya ketidakjujuran dalam dunia akademik yang harus dihindari oleh civitas akademika institusi pendidikan manapun.

Apa itu plagiarisme?

  • Menurut Oxford English Dictionary plagiarisme merupakan “the action or practice of taking someone else’s work or idea and passing it off as one’s own.”
  • Menurut KBBI Kemendikbud plagiarisme merupakan penjiplakan yang melanggar hak cipta.
  • Perlu diingat bahwa tidak hanya tulisan yang dapat diplagiat, tapi juga gambar, charts, grafik, video, musik, dll. untuk itu perlu dicantumkan sumbernya.
  • Menurut Permen No. 17 Tahun 2010, plagiarisme atau yang sering disebut plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai.

Masalah plagiarisme mulai menjadi masalah serius dalam Pendidikan Tinggi karena plagiarisme berhubungan dengan penjaminan pemeliharaan integritas akademik. Seperti yang dilansir okezone.com rujukan dari HuffPost College, Minggu (4/9/2011), cyber plagiarisme (plagiat melalui internet) skripsi tercatat meningkat. Hal tersebut dipublikasikan oleh Pew Research Center, lembaga survey Amerika Serikat. Lembaga yang juga bekerja sama dengan laman The Chronicle of Higher Education tersebut melakukan survei terhadap 1055 mahasiswa, baik dari universitas negeri maupun universitas swasta.

Dari survei tersebut, didapat data sebanyak 55 persen mahasiswa melakukan plagiat skripsi sepanjang sepuluh tahun terakhir, demikian yang dilansir mayoritas dari mereka yakni sebanyak 89 persen mengatakan komputer dan internet memegang peran utama dalam hal contek-mencontek tersebut. Hampir sama dengan keadaan tersebut (belum ada data survey di Indonesia yang mendukung), plagiarisme oleh mahasiswa di Indonesia pun juga demikian. Bahkan, praktik jasa pembuatan skripsi marak dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.

Plagiarisme menjadi masalah yang mengkhawatirkan tidak hanya berhubungan dengan pelanggaran hak cipta, moral mahasiswa, tetapi juga mengenai peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia. Ketidaktegasan konsekuensi, kemalasan, ketidaktahuan memasukkan sitasi dan memfarafrasekan opini orang lain dalam suatu paragraf, serta pengetahuan yang minim akan tindak pelanggaran kode etik penulisan merupakan beberapa alasan mengapa tindak plagiarisme dilakukan. Hal ini membutuhkan keseriusan, ketegasan, kesadaran, dan kerja sama banyak pihak  untuk menanggulangi masalah plagiarisme ini.

Lalu bagaimana sanksi bagi para pelaku plagiarism?

  • Menurut undang-undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 70 :

“Lulusan yang karya ilmiah yang digunakannya untuk mendapatkan gelar akademik, profesi, atau vokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2) terbukti merupakan jiplakan dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).”

  • Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 17 Tahun 2010 Pasal 12 ayat 1, jika mahasiswa terbukti melakukan plagiat maka akan mendapatkan sanksi sebagai berikut:
  1. Teguran
  2. Peringatan tertulis
  3. Penundaan pemberian sebagian hak mahasiswa
  4. Pembatalan nilai
  5. Pemberhentian dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
  6. Pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
  7. Pembatalan ijazah apabila telah lulus dari proses pendidikan.

 

Sangat penting bagi kita untuk menghindari plagiarism dan ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:

  • Cantumkan sumber: Tuliskan referensi pada daftar pustaka sesuai dengan ketentuan penulisan daftar pustaka.
  • Pengutipan: Gunakan tanda kutip jika mengutip satu kalimat secara langsung dan sebutkan sumbernya.
  • Paraphase: Menyampaikan ide orang lain dengan menggunakan kata-kata sendiri, tanpa merubah makna/ substansi ide dan tetap menyebutkan sumbernya.
  • Jangan menunda pekerjaan: Mencicil pekerjaan memungkinkan seseorang lebih teliti dan tidak terburu oleh deadline.

Sumber:

  • Avoiding Plagiarism. http://writing.mit.edu/wcc/avoidingplagiarism-
  • Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi
  • Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  • Oxford English Dictionary
  • KBBI Kemendikbud
  • https://www.kompasiana.com/gilangramadani/5520b236a333113a4846cf6f/penanaman-budaya-akademik-kampus-sebagai-upaya-pencegahan-plagiarisme-mahasiswa

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *