Stasiun Semut, Stasiun Pertama di Surabaya (3) Pembangunannya Pindahkan Gudang Peluru dan Permukiman Warga. Radar Surabaya, 13 November 2020. Chrisyandi Tri Kartika. Library

Proses pembangunan Stasiun Surabaya Kota atau Stasiun Semut pada 1878 tidaklah mudah. Pasalnya selain harus memindahkan pemukiman warga di Kampung Semut, juga harus memindahkan sebuah gudang peluru milik tentara kolonial,” Mus Purmadani

             PEMERHATI sejarah Kota Surabaya Tri Kartika mengatakan, berdasarkan buku Oud Soerabaia karya G.H. von Faber, disebutkan bahwa pada tahun 1864, kereta api pertama kali dioperasikan dari Stasiun Semarang ke Stasiun jogjakarta lewat Solo.

Kemudian dengan .Undang Undang atau Staatsblad No 141, yang diundangkan pada 8 April 1875, disebutkan bahwa akan dimulai pembukaau jalan kereta api untuk rute Surabaya, .Pasuruan dan Malang. “Pembangunan jalur Surabaya-Pasuruan ini berlangsung cepat, karena untuk kepentingan arus lalu lintas barang pertanian ke Surabaya,” ujarnya.

             Pustakawan Universitas  Ciputra Surabaya ini menambahkan, sebagai titik awal jalur ini dipilih dari Stasiun Kota Surabaya. Pertimbangannya karena dekat dengan kompleks-perdagangan baik mr.lalui jalur clarat (kawasan Kembang jepun dan sekitarnya) maupun jalur air/laut (Pelabuhan Tanjung Perak).

Meski demikian, pembangunan stasiun kereta api pertama di Surabaya itu bukan tanpa hambatan. “Kesulitan pembangunan stasiun i.n.i adalah harus • merobohkan proyek pertahanan dan galiannya harus ditimbun. Sementara gudang pelurunya harus dipindahkan dan pemukiman Semut juga harus digusur,” katanya.

Chrisyandi menambahkan, posisi atau lokasi pembangunan stasiun fin sesungguhnya sangat tidak menguntungkan. karena berada di muara Kalimas Surabaya. Stasiun ini baru selesai dibangun pada 1886, setelah pembangunan dermaga dan pelabuhan selesai. “Jadi pembangunannya sempat berhenti sesaat,” tuturnya.

Dijelaskan, dulu lokasi tempat didirikannya Stasiun Surabaya Kota merupakan daerah yang penuh dengan rawa-rawa dan pertambakan Hal ini karena sebagian wilayah di Surabaya bagian utara termasuk daerah perairan yang pada saat itu diubah menjadi dataran luas dengan cara diuruk atau ditimbun. (bersambung/jay)

 

Sumber: Radar Surabaya. 13 November 2020. Hal 3,7

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *