Sisa-Sisa Makam Keturunan Tionghoa

Sisa-Sisa Makam Keturunan Tionghoa (salah satu narasumber: Chrisyandi Tri Kartika, pustakawan Universitas Ciputra Surabaya)

Surabaya – Keturunan Tionghoa di Surabaya meninggalkan banyak sejarang yang menarik untuk dieksploras. Salah satunya adalah bong (makam Tiongkok) Slompretan. Kini sebagian besar makam orang Tionghoa di sana telah beralih fungsi menjadi pasar.

Chrisyandi Tri Kartika, sejarawan Surabaya, menyatakan bahwa makam waga tiongkok di Surabaya menyatakan bahwa makam warga Tiongkok di Surabaya sebenarnya berada di beberapa tempat. Salah satunya di daerah peneleh dan sekitarnya. “Banyak makam yang melintang di gang maupun di dalam rumah,” katanya.

Misalnya, makam keturunan Tionghoa di belakang rumah sembahyang marga Han di Jalan Karet. Saat ini masih ada satu makam yang tersisa di sana. Hanya, namanya belum diketahui. Sementara itu, beberapa makam lain di sana telah beralih fungsi menjadi pasar. Tempat tersebut kini lebih dikenal sebagai pasar Bong. Pasar itu terletak di Jalan Slompretan.

Menurut Chrisyandi, selain satu makam tadi, di sekitar Pasar Bong ada makam Han Tik Ko. Dia adalah anak Han Bwee Kong. “Kapitein Tiongkok di Surabaya,” jelas Chrisyandi. Adrian Praksasa, ahli sejarah dan cagar budaya Surabaya, menyatakan hal yang sama. Sebagian besar makam keturunan Tionghoa kini sudah berubah. “karena alih fungsi yang luar biasa menjadi pusat perdagangan,” katanya. Menurut Adrian peralihan fungsi tersebut berlangsung sejak 1800-an.

Meski bekas makam keuturunan Tionghoa, ternya ada pedagang di Pasar Bong yang berasal dari Madura, Jawa, dan keturunan Arab disana. Setiap hari pasar itu tidak pernah sepi oleh kegiatan jual beli. (yon/c14/ano)

Sumber: Jawa-Pos.22-November-2018.Hal.26

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *