Siapkan Transisi Anak Jelang PTM. Jawa Pos. 2 September 2021. Hal. 15. PSY. Ersa Lanang S.

Terkait Sosialisasi dan Kemampuan Komunikasi

SURABAYA, Jawa Pos Perubahan dari belajar daring (online) menjadi belajar luring (offline) perlu diperhatikan orang tua siswa. Terutama bagisiswa yang duduk di bangku SD. Banyak hal yang perlu dipersiapkan supaya anak siap kembali ke sekolah, Banyak di antara mereka yang akan merasakan pengalaman pertama sekolah tatap muka. Kalaupun bukan kali pertama, banyak yang telanjur terbiasa bersekolah tanpa bertemu langsung dengan guru dan rekan-rekannya. “Apalagi ini pandemi kan pengalaman pertama, kita tidak benar-benar tahu anti seperti apa, ucap ahli psikologi perkembangan Era Lanang Sanjaya SPsi MSi. Orang tua dan guru harus bersiap menghadapi segala kemungkinan. Secara umum, mungkin anak tampak antusias karena bisa bertemu teman-temannya. Namun, mungkin stres juga tetap ada. Patut menjadi catatan, anak terbiasa menghadapi layar, entah komputer ataupun gawa), setiap hari. Interaksi dengan guru dan sesama murid terbatas pada cakupan kamera dan layar computer atau gawai, “Jika dilihat dari psikologi komunikasi, ada makna yang tereduksi karena keterbatasan tersebut, ” ujar Ersa. Anak hanya melihat wajah ka- wannya, tetapi tidak sepenuh nya bisa membaca bahasa tubuh lawan bicaranva. Ilal tersebut perlu dipersiapkan orang tua sebelum mulai P’I’M.

Kemampuan komunikasi anak perlu dipertimbangkan orang tua, Edukasi perlu dilakukan berkali-kall. “‘Terkait nilai moral edukasi tentang kesehatan juga pasti. Karena nyatanya memang main pandemi kan. ” papar dosen Pakultas Psikologi Universitas Ciputra tersebut. Edukasi terkait Kesehatan juga harus diberikan di sekolah. Apalagi nanti aturan prokes ditegakkan pihak sekolah. Adana aturan jaga jarak dan penggunaan masker harus ditegaskan demi kebaikan siswa sendiri. “Semakin kecil usianya, tentu kemampuan kontrol dirinya masih terbatas. Jadi, semua pihak harus siap mengedukasi ber- ulang-ulang,;” tutur pria berkacamata tersebut. Nanti sat PTM berlangsung orang tua juga harus mengecek kondisi anak secara berkala. “Tanya mereka hari ini bagaimana supaya langsung tahu kalau ada hambatan apa pun tegas anggota UC Marriage & Family Center tersebut. Hambatan dalam sosial, mental,

maupun mata pelajaran yang terdeteksi lebih awal bisa segera ditangani. Oleh karena komunikasi orang tua dan guru juga harus dijaga, “Dan ke terlibatan orang tua yang tinggi saat sekolah daring, jangan sampai menarun hanva karen sudah sekolah luring imbuhnya. (dya/c12/ady)

 

Sumber: Jawa Pos. 2 September 2021. Hal. 15.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *