Setelah Tiga Bulan, Panen Ratusan Kilogram. Jawa Pos. 29 September 2020. Hal.15. FTO. Muliasari Kartikawati

SURABAYA, Jawa Pos Dinas Ketahanan Pangan dan Pertamanan (DKPP) Kota Surabaya baru saja panen ubi jalar di kawasan Sememi, Kecamatan Benowo. Hasil panen yang mencapai ratusan kilogram tersebut dibagikan kepada warga sekitar. Itu penting untuk ketahanan pangan saat pandemi.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Benowo Tamtomo Prayitno menuturkan, panen ubi jalar tersebut merupakan perdana. Hasil panen disortir dan dimasukkan ke karung sebelum dibagikan kepada warga. “Kami langsung berikan ke masyarakat,” tuturnya.

Ubi jalar ditanam tiga bulan lalu. Tamtomo menyebutkan, ubi jalar ditanam di lahan seluas 115 meter persegi. Pemeliharaannya, lanjut dia, dilakukan oleh satu orang. Tugasnya memelihara kondisi ubi hingga menjaga kebutuhan asupan air. Jumlah keseluruhan ubi jalar yang dipanen 111 kg. Setiap warga mendapatkan 1 kg ubi. “Rata satu orang menerima sekitar 1 kg ubi jalar,” terang Tamtomo.

Lastri, salah seorang warga, menyatakan akanmengolah ubi tersebut dengan cara direbus. Rencananya, dia mengonsumsinya bersama anak-anaknya. Terutama anaknyayang bontot Yang masih berusia 4 tahun. “Bagus untukmata. Katanya sih begitu,” tutur ibu tiga anak itu.

Sebelumnya, pada 23 September lalu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga memanen ketela rambat madu, ketela pohon, hingga lele di Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri. Pemkot melalui DKPP gencar menanam berbagai bahan pangan di 24 lokasi lain. Jenisnya bermacam-macam. Selain di Sememi, ada juga di bekas tanah kas desa (BTKD) Kelurahan Jeruk. Di sana, DKPP menggarap sekitar sepertiganya dari luas lahan 7,6 hektare.

Secara terpisah, Kaprodi Food Technology (FTO) Universitas Ciputra Muliasari Kartikawati menuturkan, ubi jalar memilildibanyak kandungan karbohidrat. Menurut dia, ubi jalar bisa dijadikan sebagaipengganti nasi. Selain itu, ubijalar ilengandungvitamin B, vitamin C, vitarnin A, mineral besi, dan kalium. “trapi, memangkebiasaan orang Indonesia kan wajib makan nasi. Kalau tidak makan nasi, dianggap belum makan,” jelasnya.

Dia menambahkan, ubi jalar juga bagus dikonsumsi anak-anak. Salah satu penelitian dari Pattikawa dick (2012) menyatakan, masih kata Muliasari, ubi jalar bisa diolah untuk makanan anak-anak dan bayi. (sam/c6/ano)

 

Sumber: Jawa Pos. 29 September 2020. Hal. 15

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *