Separation Anxiety Juga Bisa Dirasakan Orang Dewasa. Stop Buat anak Merasa Takut. Jawa Pos. 14 November 2021. Hal.16

Tiap kali ayah atau bunda berangkat kerja, si kecil selalu menangis. Atau, diting gal bunda ke toilet seben tar saja, eh si adik me rengek pengin ikut. Nah, jangan-jangan, anak mengalami separation anxiety.

APA itu separation anxiety? Separation anxiety adalah sebuah perasaan takut atau cemas saat ditinggalkan seseorang. Menurut Agustina Twinky Indrawati, separation anxiety tidak hanya diidap anak-anak. Orang dewasa pun bisa. Lantas, apa kondisi itu normal dialami anakanak? Twinky mengatakan, hal tersebut normal. Anak sudah merasa nyaman dengan seseorang, kemudian takut ditinggal dan tidak bertemu lagi. Bisa saja, separation anxiety anak tidak hanya dengan orang tua. ”Kepada mbak asisten rumah tangga bisa juga. Karena mungkin sudah saking dekatnya. Sama nenek atau kakek juga,” jelasnya. Anak dapat merasakan emosinya sejak bayi. Siapa yang ada di dekatnya, siapa yang menggendong, hingga siapa yang menyapanya. Dalam anxiety ini, orang tua butuh waktu untuk membuat anak lebih berani.

Ada trik dari Twinky buat para orang tua yang patut dicoba, yakni mengajak anak bermain petak umpet. Terdengar sederhana, tapi berdampak sekali bagi anak. Petak umpet mengajari anak untuk tidak masalah lho orang tua pergi sebentar. ”Bilang ke anak, tuh kan mama atau ayah ada di samping adik lagi. Ketemu sama mama atau ayah lagi kan? Jadi nggak perlu takut,” ucapnya. Selain itu, lanjut Twinky, parents bisa melatih anak dengan membuat komitmen. Misalnya, mama ingin pergi sebentar ke pasar. Yakinkan anak bahwa mama betul-betul sebentar. Konsekuensinya, mama harus sebentar saja. Tidak boleh lama. Supaya apa? Supaya anak percaya. Anxiety ini dapat membaik dengan sendirinya ketika usia anak bertambah. Namun, tetap bunda atau ayah perlu bersabar dan proses. Parents bisa juga memperkenalkan anak pada anggota keluarga atau orang lain. Perlahan dan sabar itu menjadi kunci. Ada satu hal yang perlu dipahami mom and dad juga. Saat anak rewel, belum tentu mengalami separation anxiety. Pastikan kondisi anak dalam keadaan baik. Hindari memukul atau berkata bohong ketika anak rewel ya, parents.
(sam/c9/tia)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *