Sejak 1927, Kantor PMK di Jalan Psar Turi (21-Habis)_Brandweer Pertama di Surabaya karena De Facto di Batavia Nihil. Radar Surabaya. 5 Oktober 2020. Hal.3,7. Library

Jika membandingkan dengan berdirinya de Brandweer te Batavia, maka dapat diketahui bahwa organisasi pemadam kebakaran di ibu kota Jakarta itu dibentuk pertama kali oleh Pemerintah Hindia Belanda, bukan oleh Perancis yang sejak lama (tahun 1810) mendirikan de Brandweer te Soerabaja,” Rahmat Sudrajat

             PUSTAKAWAN sejarah (librarian) dari Universitas Ciputra Surabaya, Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, urusan pemadam kebakaran di Batavia secara hukum tertuang dalam peraturan yang dikeluarkan oleh Resident op Batavia dengan nama Reglement op de Brandweer in de Afdeeling Stad Vorsteden van Batavia.

“Mengenai pendirian pemadam kebakaran di Batavia (Jakarta, red) itu baru mulai dilakukan pada masa diberlakukannya Undang-Undang Gula dan Undang-Undang Agraria pada tahun 1870 yang merupakan titik awal berkembangnya kota-kota besar di Jawa, bersamaan dengan mulai berkuasanya kembali Belanda,” terangnya.

Namun demikian, pendirian dinas pemadam kebakaran atau de Brandweer di ibu kota Batavia ini, menurut Chrisyancli, mulai diorganisir pada tahun 1873. Namun demikian, diakui tidak ada bukti de facto pendirian organisasi ini.

Bukti tertulis keberadaan de Brandweer te Batavia atau Dinas PMK Jakarta hanya semata-mata berdasarkan peristiwa tanggal 1 Maret 1919. Yaitu, pada saat pemberian plakat atau perhargaan masyarakat Betawi terhadap de Brandweer Jakarta atas jasanya membantu pemadaman kebakaran besar di perkampungan Melayu. Tepatnya di Pasar Mester Jatinegara dan Kampung Melayu.

Pada plakat tanda perhargaan tersebut tertulis hari ulang tahun yang ke-10. Meski demikian, berdasarkan plakat tersebut, Kementerian yang membidangi dinas ini yakni Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kemudian memutuskan bahwa tanggal 1 Maret dijadikan sebagai Hari Pemadam Kebakaran Nasional.

Menurut Chrisyandi, dari sudut pandang ilmiah, jelas penetapan 1 Maret berdirinya organisasi de Brandweer Jakarta tidak ontologis dan epistemologis. Karena tanggal 1 Maret itu merupakan sebuah peristiwa pemberian perhargaan, bukan lahir dan berdirinya organisasi. “Hal ini secara aksiologis akan mengakibatkan kesalahan dalam menafsirkan dan menilai peristiwa bersejarah bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” tuturnya.

Selain itu, ditinjau dari aspek waktu berdirinya organisasi, de Brandweer Jakarta diketahui sudah berdiri pada tahun 1873 meski belum diketahui tanggal dan bulan pendiriannya. “Di sinilah tidak ada bukti de facto siapa nama dan foto pendirinya, koman dan pertamanya, bagaimana dan dimana bangunan beserta peralatannya. Bandingkan dengan de Brandweer Surabaya yang sudah ada sejak masa Herman Daendels memimpin pemerintahan Hindia Belanda,” pungkasnya. (jay/habis)

 

Sumber: Radar Surabaya. 5 Oktober 2020. Hal. 3,7

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *