Sejak 1927, Kantor PMK di Jalan Psar Turi (19)_Kepala Dinas Rawat Alat hingga Latih Pribumi. Radar Surabaya. 2 Oktober 2020. Hal.3. Library

Sejak berdirinya De Brandweer, seorang kepala Dinas Pemadam Kebakaran yang bergaji tetap harus melakukan pengawasan sehari-hari atas perawatan materi dan melatih petugas pribumi,” Rahmat Sudrajat.

 DENGAN total jumlah pegawai mencapai 1.540 orang, maka petugas de Brandweer saat itu harus mengenakan tanda pengenal khusus agar masing-masing saling mengenal dan mengerti satu sama lain.

Pustakawan sejarah (librarian) dari Universitas Ciputra Surabaya, Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, kepala pemadam kebakaran menggunakan sebuah rotan perak dan terdapat simbol raja yang disematkan.

Sedangkan wakil kepala pemadam kebakaran memegang tongka.t kayu berwarna merah. “Untuk sersan dan kopral menggunakan sebuah ikat kulit di lengannya dengan huruf pemadam,” ujarnya.

Saat bertugas, pemerintah memberikan insentif berupa tambahan bonus untuk setiap regu pemadaman. Bagi regu yang datang pertama ke lokasi kebakaran akan diberikan premi 50 gulden atau setara sekitar Rp 400.000 saat ini, dan kelompok kedua akan dapat premi 25 gulden atau setara Rp 200.000. Cukup lumayan karena kurs 1 gulden = Rp 8.265 per 1 Oktober 2020.

“Bonus itu digunakan sebagai semangat para petugas de Brandweer dalam memadamkan api. Karena mereka (petugas, red) harus memadamkan api dengan alat yang terbatas,” terangnya.

Chrisyandi mengatakan, tugas pasukan de Brandweer selain memadamkan api juga harus memberikan pertolongan kepada korban kebakaran. Namun karena ch luar kemampuan para pasukan saat itu, mereka kadang terlambat datang ke lokasi kejadian. karena kurangnya sarana informasi. “Sehingga pasukan harus mencapai tempat kebaka- ran setelah api sudah menghabiskan bangunan karena perjalanan lama,” imbuhnya.

Pada awal berdirinya sekitar tahun 1810, petugas de Brandweer ditempatkan di pusat kota dan di perkampungan. (bersambung/jay)

 

            Sumber: Radar Surabaya. 2 Oktober 2020. Hal. 3

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *