Sejak 1927, Kantor PMK di Jalan Psar Turi (17)_VOC Sentralistik, Brandweer Tak Kebagian Anggaran. Radar Surabaya. 2 Oktober 2020. Hal.3. Library

Sejak dikeluarkannya peraturan pembentukan pemadam kebakaran (reglement op de Brandweer) pada tanggal 4 September 1810 atas perintah . Guberntir Jenderal VOC, Herman Willem Daendels, hingga dikeluarkannya Undang-Undang Gula dan Agraria oleh penguasa baru Kerajaan Hindia Belanda, tampaknya De Brandweer te Surabaya tak lagi mendapatkan suntikan dana yang cukup,” Rahman Sudrajat

             PUSTAKAWAN sejarah (librarian) Universitas Ciputra Surabaya, Chrisyandi Tri Kartika mengata- kan, sebagai dinas pemadam kebakaran (damkar) pertama di negeri jajahan Hindia Belanda, De Brandweer te Soerabaia tak mendapatkan suntikan dana yang cukup dari pemerintah.

Ini karena pemerintahan Hindia Belanda bersifat sentralistik. Dimana sesuai UU Gula dan Agraria itu, seluruh hasil tanaman di pelosok negeri wajib disetorkan ke pemerintah VOC di Batavia. Akibatnya, para pimpinan De Brandweer yang berkedudukan di kota Soerabaia harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya.

Kemudian setelah pemerintahan kota Surabaya berstatus pemerintah daerah otonom (gemeente) pada tahun 1906 hingga 1915, De Brandweer diberikan dana yang cukup untuk operasional.

Selain itu, struktur organisasi Dinas PMK pertama di tanah Jawa ini juga menjadi lebih baik dan efisien. Tentunya dengan penambahan pasukan lapangan untuk pemadaman dan pengurangan jabatan dalam staf di struktur kepemimpinan.

Seperti brandspuitmeester atau kepala PMK yang sebelumnya sebanyak 4 orang diringkas menjadi 1 saja. Kemudian 4 orang onderbrandspuitmeester atau wakil kepala pemadam menjadi 2 saja. “Untuk jabatan kopral dan sersan dihapuskan,” terangnya. Tentu saja, orang-orang Eropa atau Belanda masih menduduki jabatan tertinggi daripada pribumi pada staf De Brandweer te Soerabaia. P. J. de Vries diangkat sebagai brandspuitmeester. Dimana H. Ph. Cramer sebagai wakil kepala I dan D. W. Z. de Vries sebagai wakil kepala II. “Dengan pembaharuan kepengurusan ini, maka struktur organisasi yang sebelumnya mencapai 1.540 orang bisa diefisienkan,” katanya.

Namun demikian, Brandweer juga melakukan pelatihan anggota untuk menunjang operasional peralatan pemadam yang lebih modern. “Struktur organisasi mengalami perubahan di antarany bertambahnya tugas bagi petugas baru,” katanya. (bersambung/jay)

 

            Sumber: Radar Surabaya. 30 September 2020 Hal.3,7

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *