Sejak 1927, Kantor PMK di Jalan Psar Turi (16)_Ada Besi Prosotan dan Tower untuk Latihan Terjun. Radar Surabaya. 29 September 2020. Hal.3,7. Library

“Bangunan gedung Kantor Dinas PMK Surabaya di Jalan Pasar Turi yang berlantal dua (sebagian) memang tak mengalami perubahan yang signifikan dibanding zaman Belanda. Hanya beberapa saja seperti penambahan pagar dan bangunan depan untuk penjagaan,” Rahmat Sudrajat

 

SELAIN itu adanya lorong yang panjang dulu juga untuk lalu lalang para petugas. Lorong tersebut ada di sisi timur gedung. “Tapi kini, lorong itu telah dirombak sebagian untuk penjagaan,” kata pustakawan sejarah (librarian) Universitas Ciputra Surabaya, Chrisyandi Tri Kartika.

Sementara itu di bagian dalam bangunan terlihat plafon tinggi khas bangunan kolonial. Bagian dalam bangunan itu dibiarkan terbuka tanpa sekat untuk untuk mobilitas petugas kebakaran ketika sewaktuwaktu ada kebakaran. Bahkan di sisi atas terdapat dua ventilasi udara dengan gaya khas ornamen Jawa perpaduan.

“Angin-anginnya (ventilasi) ada dua di sisi barat dan timur. Ini beda dengan gedung lain, karena mungkin dirancang agar sirkulasi udara terjaga dan tidak menyebabkan kelembaban pada gedung tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, di lantai dua terdapat beberapa ruangan yang di tempat tersebut terdapat tiang pancang besi sejenis pole yang digunakan untuk turun (prosotan) pasukan brandweer dari lantai atas agar cepat meluncur ke bawah ketika ada kebakaran. Konon tiang luncur itu sudah ada sejak zaman dulu. Namun mengalami beberapa perubahan.

Di bagian belakang gedung terdapat tower yang konon dulu difungsikan untuk latihan penerjunan dengan tali dari ketinggian oleh para pasukan de Brandweer. “Kalau saya lihat tower itu sudah mengalarni perubahan dilihat dari besinya. Dulu juga digunakan untuk latihan terjun (flying fox) para petugas,” ungkapnya.

Kantor de Brandweer tersebut mengalami perubahan pada tahun 1906 setelah penetapan Surabaya sebagai daerah otonom atau Gementee (Kotamadya) oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda di Batavia.

Sehingga semua keperluan mengenai pembiayaan mulai dari peminda- han markas semi permanen dari Pasar Besar ke bangunan permanen di Pasar Turi pada tahun 1927, hingga pembelian peralatan baru dibiayai oleh pemerintah Gementee Surabaya. (bersambung/jay)

 

Sumber: Radar Surabaya. 29 September 2020. Hal 3, 7

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *