Sejak 1927, Kantor PMK di Jalan Pasar Turi (7)_Saat Penjajahan Jepang Pemadam Kebakaran Siaga dalam Serangan Udara. Radar Surabaya. 16 September 2020. Hal.3,7. Library

Setelah masa penjajah Belanda berakhir, berganti dengan masa penjajahan Jepang tahun 1942, De Brandweer berubah menjadi syoobotai

Ketika itu tugas syoobotai tidak hanya menangani kebakaran biasa, namun juga disiapkan untuk memadamkan kebakaran akibat Serangan udara.

Pustakawan sejarah Chrisyandi Tri Kartika menjelaskan, bersama keibodan (barisan pembantu polisi), Syoobotai  juga memberikan pelatihan berupa simulasi pemadaman api akibat Serangan udara kepada masyarakat Surabaya untuk berjaga-jaga dari situasi darurat. “Namun tidak mengalami perubahan yang signifikan karena organisasi tersebut berjalan sebagaimana mestinya tanpa dipengaruhi ekspansi Jepang yang membabi buta,” katanya kepada Radar Surabaya.

Saat kondisi bangunan De Brandweer peninggalan Belanda juga tak berubah dan masih terawat. Bangunan markas De Brandweer Pasar Turi tetap tidak bergeser dari fungsinya sampai sekarang sebagai garasi juga sebagai pusat administrasi Dinas Kebakaran Kota Surabaya.

Namun dalam perjalanannya, pasca kemerdekaan De Brandweer disebut juga pasukan mencegah kebakaran (PMK). Sampai sekarang sebutan ini tetap melegenda/ familiar di telinga masyarakat Indonesia.” Bahkan para translator Indonesia sepakat apapun nama organisasi pemadam kebakaran di dunia sepakat menyebut PMK,” jelasnya.

Namun ada isu perampingan organisasi perangkat daerah terus bergulir seiring dengan perkembangan De BrandweerBerubah Sejak berlakunya Perda Tingkat II Surabaya Nomor 24 Tahun 1987, berganti nama dengan Dinas Pemadaman Kebakaran Daerah Kota Madya Daerah Tingkat II Surabaya. (bersambung/nur)

            Sumber: Radar Surabaya. 16 September 2020. hal. 3,7

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *