Sejak 1927, Kantor PMK di Jalan Pasar Turi 3_Top Leader dari Eropa, Pribumi Bagian Ambil Air. Radar Surabaya. 10 September 2020. Hal.3. Chrisyandi. Library

“Kantor De Brandweer atau pemadam kebakaran mengalami perubahan pada tahun 1906 setelah penetapan Surabaya sebagai Gementee (kotamadya),” Rahmat Sudrajat

SEHINGGA semua keperluan mengenai pembiayaan mulai dari pemindahan markas semi permanen dari Pasar Besar ke bangunan permanen di Pasar Turi pada tahun 1927 =, hingga pembelan peralatan baru dibiayai oleh pemerintah Gementee Surabaya.

Bahkan dulu setiap pos tersebut dilengkapi alat pompa yang digenjot manual secara bergantian oleh petugas pribumi saat terjadi kebakaran. Modernisasi De Brandweer baru dirasakan secara signifikan pada tahun 1906 setelah penetapan Surabaya sebagai Gementee.

Menurut Pustakawan Sejarah Chrisyandi Tria Kartika, sumber daya manusia (SDM) dulu yang memegang kendali atau top leader dari bangsa Eropa. Sedangkan untuk pribumi bagian pengambil air. “Dulu mengambul airnya kan digledek (dengan gerobak, Red), jadi dilakukan manual nggak seperti saat ini yang dilakukan dengan mesin. Nah itu pekerjanya brandweer dari pribumi,” katanya kepada Radar Surabaya.

Bahkan saat masa kependudukan Jepang. De Brandweer diubah menjadi Syoobotai. Tugas Syoobotai tidak hanya menangani kebakaran biasa, namun juga disiapkan untuk memadamkan kebakaran akibat serangan udara.

Chrisyandi menjelaskan karena dulu informasi mengenai kebakaran sangat minim, sehingga seringkali petugas kbaaran datang terlambat. Untuk itu pihak dinas kebakaran zaman dulu memberikan hadiah bagi masyarakat yang memberikan informasi adanya kebakaran di Surabaya. “Karena kecepatan informasi jadi modal utM pemadam kebakaran untuk memadamkan api ketika kebakaran. Jadi dulu mereka (pemadam kebakaran) malah memberikan hadiah bagi pelapor uyang memberikan informasi kejadian kebakaran,” terangnya. (bersambung/nur)

 

            Sumber: Radar Surabaya. 10 September 2020. Hal 3

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *