Sejak 1927, Kantor PMK di Jalan Pasar Turi (2): Masih Ada Lampu Menempel di Dinding Khas Zaman Kolonial. Radar Surabaya. 9 September 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library

Bahkan ketika akan masuk ke dalam, kita disuguhi oleh lampu kuno yang terbuat dari besi. Yang menempel di dinding depan. Sayangnya, lampu bercat merah itu, kini tak lagi menyala dan dibiarkan tampak tak terawat.

Sementara itu dibagian dalam terlihat terbuka tinggi. Di lantai dua terdapat beberapa ruangan yang di tempat tersebut juga ada tiang pancang yang digunakan untuk turunnya pasukan brandweer agar cepat ketika ada kebakaran. Konon tiang luncur sudah ada sejak zaman dulu, namun mengalami berapa perubahan.

Menurut Pustakawan Sejarah Chrisyandi Tri Kartika, bangunan dibiarkan terbuka tanpa sekat untuk mobilitas petugas kebakaran ketika sewaktu-waktu ada kebakaran. Bahkan di sisi atas terdapat dua ventelasi udara dengan gaya khas ornamen Jawa perpaduan. “Angin-angin-nya (ventelasi) ada dua, di sisi barat dan timur. Di atas, ya ini beda dengan gedung lain karena mungkin dirancang agar sirkulasi terjaga dan tidak menyebabkan kelembaban pada gedung tersebut,” katanya.

Selain itu, juga adanya lorong yang panjang. Dulu juga untuk lalu lalang para petugas. Lorong tersebut ada di sisi timur gedung. “Tapi kini dirombak sebagian untuk penjagaan,” imbuhnya.

Di belakang gedung terdapat tower yang konon dulu untuk sirene ketika ada kondisi darurat. Kini tower tersebut sudah tidak berfungsi lagi. “Kalau saya lihat tower itu sudah mengalami perubahan dilihat dari besinya. Dulu juga digunakan untuk latihan terjuan (flying fox) para petugas,” terangnya.

Kantor de Brandweer tersebut mengalami perubahan pada tahun 1906 setelah penetapan Surabaya sebagai Gementee (kota madya). Sehingga semua keperluan mengenai pembiayaan mulai dari pemindahan markas semi permanen dari Pasar Besar ke bangunan permanen di Pasar Turi pada tahun 1927, hingga pembelian peralatan baru dibiayai oleh pemerintah Gemmentee Surabaya. (*/opi/bersambung)

             Sumber: Radar Surabaya. 9 September 2020. Hal.3,7

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *