Sejak 1927, Kantor PMK di Jalan Pasar Turi (15)_ Pribumi Tarik Gerobak dan Genjot Pompa Air. Radar Surabaya. 28 September 2020. Hal.3. Library

“Dulu, peralatan pemadam kebakaran yang dimiliki de Brandweer masih menggunakan pompa manual dengan tenaga manusia. Saat terjadi kebakaran, alat tersebut yang digenjot. Namun seiring bergulirnya zaman dan ditemukannya teknologi mesin uap, alat pemadam sudah memakai mesin uap,”Rahmat Sudrajat

 

PUSTAKAWAN sejarah (librarian) dari Universitas Ciputra, Chrisyandi Tri Kartika, mengatakan, sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki De Brandweer te Soerabaia sebagai dinas pemadam kebakaran pertama yang didirikan pemerintah Hindia Belanda di tanah jajahan mayoritas masih menggunakan tenaga pribumi.

Khususnya untuk pekerjaanpekerjaan kasar seperti menarik gerobak tanki air, memompa atau menggenjot pompa air dan menarik selang. “Dulu ngambil airnya kan digledek (pakai gerobak), jadi dilakukan manual oleh penduduk pribumi,” katanya.

Sementara, mesin-mesin pemadam kebakaran yang bertenaga uap telah ditempatkan di lokasi-lokasi yang ditentukan yakni di tempat-tempat strategis seperti kawasan perkantoran, perumahan warga asing dan perempatan-perempatan jalan besar. “Pada setiap lokasi itu, diawasi oleh kepala pemadam kebakaran yang telah ditunjuk,” terangnya.

Penempatan peralatan pemadam kebakaran di lokasi- lokasi yang dianggap penting tersebut, tidak jauh berbeda dengan penempatan peralatan pada masa sebelumnya saat De Brandweer te Soerabaia didirikan kali pertama pada tahun 1810 atas perintah Gubernur Jendral Herman Willem Daendels.

Chrisyandi menjelaskan, para petugas pemadam kebakaran ini bekerja secara padat karya yang mengutamakan warga pribumi dibanding warga Eropa. Tak main-main, saat itu warga pribumi yang bergabung di De Brandweer mencapai 1.540 orang dan biasanya disebut sebagai Korps Sukarelawan Pemadam Kebakaran.

“Baru pada tahun 1920, Korps Sukarelawan irii dibubarkan karena digantikan dengan mesin-mesin pemadam kebakaran baru yang lebih modern yang didatangkan dari Eropa,” paparnya. (bersambung/jay)

 

Sumber: Radar Surabaya. 28 September 2020. Hal. 3

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *