Sejak 1927, Kantor PMK di Jalan Pasar Turi (11)_Pakai Ember, Panci hingga Wajan untuk Padamkan Api. Radar Surabaya. 22 September 2020. Hal.3. Library

“Jika sekarang armada pemadam kebakaran di Dinas PMK Surabaya menggunakan peralatan “tempur” modern hingga mobil bertangga jangkung macam Bronto Skylift, tentu tidak demikian di tempo doeloe. Dahulu, peralatan di Dinas bernama De Brandweer itu memakai peralatan sederhana bahkan cenderung seadanya seperti ember hingga wajan dapur,”  Rahmat Sudrajat.

            Sebelum menggunakan alat yang lebih modern, De Brandweer Surabaya saat terjadi kebakaran hanya menggunakan ember, panci hingga wajan dapur. Melihat kondisi tersebut, ketika Gubernur Jenderal Daendels berkunjung ke Surabaya pada tahun 1810, maka dengan segera penguasa VOC di Batavia ( Jakarta) itu memerintahkan didirikannya De Brandweer.

Menurut Pustakawan Sejarah Chrisyandi Tri Kartika, De Brandweer pertama kali dibentuk pemerintah Hindia Belanda pada 4 September 1810 dan sekaligus menjadi institusi pemadam kebakaran pertama di tanah jajahan Hindia Belanda. “Pos De Brandweer ini awalnya ditempatkan di sekitar bangunan-bangunan strategis seperti pabrik senjata (altellerei constructive winkel, red),” terangnya.

Ketika sudah menggunakan peralatan yang lebih modern, markas De Brandweer pun berpindah. Semua keperluan mengenai pembiayaan mulai dari pemindahan markas semi permanen di Pasar Besar ke bangunan permanen di Pasar Turi pada tahun 1927 ditanggung oleh pemerintah Gemeente Surabaya. “Tak hanya itu, pembelian peralatan baru juga dibiayai oleh pemerintah,” ungkapnya.

Bangunan markas De Brandweer dulu dengan sekarang tidak banyak berubah. Corak kuno arsitektur Belanda terlihat jelas dengan tembok yang kokoh dan atap atau wuwungan yang tinggi. Saat melihat ke dalam, tiang penahan genteng pun terbuat dari besi yang kokoh. Konon genteng yang membangun atap bangunan cagar budaya bertipe A tersebut belum sedikitpun diganti sampai sekarang.

“Bangunan kokoh tersebut dirancang oleh arsitek terkenal yaitu G. Cosman Citroen (1881-1935). Citroen juga merupakan arsitektur Belanda yang bekerja selama 13 tahun di Amsterdam, termasuk juga bangunan Balai Kota yang selesai dibangun pada tahun 1925,” ucapnya. (bersambung/jay)

 

Sumber: Radar Surabaya, 22 September 2020. Hal. 3

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *