Sejak 1927, Kantor PMK di Jalan Pasar Turi (10)_Gedung de Brandweer Sempat Pindah Tiga Kali. Radar Surabaya. 21 September 2020. Hal.3. Library

“Bangunan De Brandweer Surabaya sebelum menempati bangunan di kawasan Pasar Turi, pertama kali menempati bangunan sementara. Letaknya di daerah Simpang nomor 1-5 ( sekarang sebelah utara Surabaya Plaza, Jl Pemuda atau sebelah selatan Balai Pemuda),” ujar Rahmat Sudrajat

              namun setelah kekalahan Napoleon dalam perang di Waterloo pada tahun 1815 kekuasaan Perancis berakhir dan beralih kembali ke tangan Belanda yang kurang memperhatikan De Brandweer Surabaya.

Menurut Pustakawan Sejarah Chrisyandi Tri Kartiko, saat itu di tempat sementara Ra tersebut pada 1906 hingga 1915 dengan komandan pertamanya adalah P. J de Vries. pada 1 April 1906, Kota Surabaya memperoleh status Gementee dalam peraturan lembaran negara nomor 149 tanggal 1 Maret 1906. “Setelahnya ditetapkan Kota Surabaya berstatus Gementee Pada tahun 1906, Komandan P. J de Vries membubarkan korps sukarelawan dan pindah lokasinya untuk ke-2 kalinya di Pasar Besar ( Surabaya 21 Cineplex) Jalan Pahlawan,”  ungkap Chrisyandi.

Sebelumnya De Brandweer Surabaya, saat terjadi kebakaran penanganannya masih menggunakan ember, panci hingga wajan dapur. Melihat kondisi tersebut ketika Gubernur Jenderal Daendels berkunjung ke Surabaya pada tahun 1810 dengan segera memerintahkan didirikan de Brandweer.

Chrisyandi menjelaskan, pada masa 1927 hingga 1942 seiring dengan modernisasi, maka dilanjutkan dengan pembaharuan kepengurusan melalui perekrutan anggota baru sebagai penyeimbang pengadaan peralatan yang lebih canggih, sehingga markas de Brandweer yang semula terletak di Pasar Besar, untuk yang ketiga kalinya pada 27 Oktober 1927 dipindahkan ke Pasar Turi. “Dengan komanan baru J. van Cleves yang resmi menggantikan P. J de Vries sejak tanggal 27 Maret 1927,” terangnya.

Bangunannya lebih modern dengan bergaya arsitektur bangunan markas kebakaran yang khas. Bangunan tersebut dirancang oleh arsitek yang terkenal yaitu G. C. Citroen (1881-1935). Citroen juga merupakan arsitektur Belanda yang bekerja selama 13 tahun di Amsterdam, termasuk juga bangunan Balai Kota yang selesai dibangun tahun 1925. (bersambung/nur)

 

Sumber: Radar Surabaya. 21 September 2020. Hal. 3

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *