Sejak 1927, Kantor Dinas PMK di Jalan Pasar Turi (23)_Tower di Belakang untuk Latihan Terjun Petugas. Radar Surabaya. 7 Oktober 2020. Hal.3. Library

Di belakang gedung Brandweer atau Dinas PMK sekarang di Jalan Pasar Turl terdapat tower yang konon dulu digunakan untuk berlatlh terjun bagl pasukan pribumi. Maklum saja, selain harus mahir memadamkan api, petugas PMK juga harus lihai memanjat dan turun gedung yang tinggi,” RAHMAT SUDRAJAT

             PUSTAKAWAN sejarah dari Universitas Ciputra Surabaya, Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, dilihat dari besinya, tower itu sudah mengalami perubahan. “Kalau dulu juga digunakan untuk latihan terjun (flying fox) para petugas lapangan yang umumnya kaum pribumi,” katanya.

Selain di luar, di dalam kantor de Brandweer di Jalan Pasar Turi itu juga mempunyai tempat latihan untuk terjun atau turun dengan cepat dari ketinggian oleh para petugas pemadam. Setiap petugas de Brandweer wajib untuk berani melintasi besi tersebut. Pasalnya apabila turun menggunakan tangga butuh waktu yang lebih lama.

“Saat berada di atas, saya melihat ada lubang yang di tengahnya ada besi yang memanjang. Konon besi yang kata orang Jawa merupakan “plusutan” itulah yang digunakan untuk latihan. Selain untuk lalu lintas petugas saat kondisi darurat adanya kebakaran. Itu sudah ada sejak 1927,” ungkapnya.

Chrisyandi menjelaskan, besi di lantai dua tersebut juga mengalami pergantian karena melihat dari kondisi besinya yang terlihat masih baru. “Memang dulu ada besi untuk turunnya latihan petugas juga, tapi sepertinya ada perubahan besinya,” katanya.

Sementara itu saat memasuki gedung de Brandweer di lantai dua, digunakan pos peristirahatan oleh petugas pemadam saat menunggu informasi kebakaran. Tangga yang terbuat dari kayu untuk sampai ke lantai dua pun terlihat masih kokoh sampai kini. Bahkan lantai di lantai dua pun menggunakan kayu juga.

Kayu di lantai dua ini juga terpasang sejak dulu. Ini karena material kayu tersebut merupakan kayu jati tua. Di bagian ruangan di lantai dua juga terdapat dua ruangan yang terbuat dari kayu. “Mungkin dulu Belanda menggunakan kayu agar kondisi dalam tidak lembab. Sama seperti bagian atas depan kantor yang dibuat dari kayu,” ungkapnya. (bersambung/jay)

 

Sumber: Radar Surabaya. 7 Oktober 2020. Hal. 3

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *