Rutinitas Menyehatkan Nan Menyenangkan

Suatu saat, Anda bakal lebih sering datang ke rumah sakit bukan sebagai orang sakit. Tetapi sebagai orang sehat yang tak ingin sakit.

Banyak orang bilang, kesehatan adalah harta yang sangat berharga dan tak ternilai. Para aktivis HAM bahkan menyebutkan bagian dari hak asasi manusia. Semua pendapat itu harus diakui, betul adanya. “Saat sakit, rasanya apa pun ingin saya tukar dengan kesehatan,” tegas Abimanyu, sebut saja begitu, manjer perusahaan riset marketing di bilangan Kelapa Gading. Jakarta Utara.

Jangan anggap sebagai beban

Nikmat sehat memang baru terasa indah ketika kita sakit. Setahun lalu Abimanyu terserang tifus, setelah sebelumnya sempat divonis menderita luka disaluran pencernaan, sampai harus dirawat berminggu-minggu di rumah sakit. Gara-gara tifus itu pula, karirnya sedang menanjak sempat terancam. Pengalaman pahit itu membuat Abimanyu tersadar, mencegah datangnya penyakit jauh lebih penting dari pada mengobati. Klise, tapi memang begitu mestinya.

Seperti Abimanyu, Anda pun pasti akan melakukan apa saja, untuk mendapatkan tubuh yang sehat (kecuali menukar dengan nyawa tentunya). Sebab pertama, dalam keadaan sakit, deposito milyaran rupiah di bank tak akan bisa dinikmati, makanan enak dipantang, dan aktivitas menjadi sangat terbatas. Sebab kedua, sudah bukan rahasia lagi, melawan penyakit (jika sudah telanjur) mahal ongkosnya. Kalau dulu banyak orang jatuh miskin karena judi, sekarang makin banyak orang jatuh melarat lantaran penyakit. Harga obat dan biaya perawatan di rumah sakit pun kian selangi.

Itu sebabnya, kesadaran untuk lebih memperhatikan kesehatan dalam beragam aspek kehidupan, beberapa tahun belakangan ini jelas terlihat, khususnya di masyarakat perkotaan yang rentan serangan penyakit flsik dan psikis. Mereka menyebut pola itu sebagai “gaya hidup sehat”, Dengan kesadaran penuh, mereka mengucap good bye pada rokok, mengurangi minum koti (karena sulit kalau harus berhenti sama sekali), serta lebih tetiti datiam memilih santapan.

Di sisi lain, mereka mulai memaksakan diri (dengan meluangkan sediktit waktu) untuk berolahraga, sesibuk apa pun aktivitas yang sedang dijalani. Rumah-rumah fitnes dan ” stadion-stadion mini” di tengah kota, yang menawarkan beragam fasilitas olahraga indoor semisal bulutangkis, tenis meja atau futsal kebanjiran member. “Tutinitas menyehatkan” seperti itulah yang kini dijalani Abimanyu dan rekan-rekan kantornya.

Ketentuan Umum Medical Check Up

Persiapan yang harus Anda lakukan, pada dasarnya tergantung jenis pemeriksaan apa yang akan dilakukan. Namun ada beberapa ketentuan umum yang harus diperhatikan.

  1. Peserta biasanya diwajibkan berpuasa (hanya boleh minum air putih) 10 – 12 jam sebelum pemeriksaan
  2. Persiapkan jalur, “pembuangan” Anda karena medical check up biasanya mensyaratkan sampel air seni, bahkan ada yang mensyaratkan sampai feses (tinja). Kalau perlu siapkan wadah sampel dirumah
  3. Wanita yang sedang haid tidak dianjurkan menjalani medical check up pemeriksaan sebaiknya dilakukan minimal 5 hari setelah haid selesai.

“Sehat ‘Yes!’ sakit lagi ‘No!’, “ desis Abi – panggilan Abimanyu dumbbell di ruangan fitness.

Hebatnya, “rutinitas menyehatkan” Abi tak berhenti sampai di situ. Secara berkala, ia mulai rajin melakukan medical check up, hal yang dulu sangat jarang dilakukannya. “Menjalani gaya hidup sehat memang tidak bisa ditawar-tawar lagi, tapi buat saya, semua akan percuma jika tidak diiringi medical check up secara rutin tuturnya lancar. Dengan melakukan medical check up, Abi jadi lebih percaya diri karena mengantongi informasi terkini tentang tubuhnya.

Jika tahu kondisi tubuh kita seperti apa, rutinitas menyehatkan yang selama ini saya lakukan terasa menyenangkan. Menyenangkan, karena saya tahu ,engapa harus mengurangi makanan berkolesterol, berhenti merokok atau mengapa harus banyak mengkonsumsi buah-buahan, imbuhnya.

Kisah Abimanyu cuma secuplik dari sekian banyak pengalaman mereka yang selama ini telah menjalani rutinitas menyehatkan. Bahwa gaya hidup sehat sebenarnya bukan beban, jika diakukan dengan penuh kesadaran. Termasuk kesadaran melakukan medical check up secara berkala, karena seperti jodoh dan rezeki, penyakit bisa datang kapan saja. Jika sudah telanjur datang, tak ada yang dapat memastikan (termasuk dokter), berapa lama Anda harus dirawat di rumah sakit atau berapa besar rupiah yang harus dikucurkan agar sembuh total.

Jakarta atau Singapura?

Kami setuju dengan Abimanyu, yang memandang medical check up sebagai kebutuhan mendasar buat merekaa yang berisiko tinggi terserang beragam nyakit. Makanya setelah halaman pengantar ini, Anda bakal menemukan pembahasan yang lebih mendalam tentang medical check up. Mengapa, di mana, sejak kapan dan siapa saja yang berisiko tinggi dan membutuhkan layanan medical check up.

Sampai akhirnya, tanpa sadar kepala Anda mengangguk sambil berujar, “Benar kata Abimanyu, medical check up memang sudah saatnya dijadikan bagian dari rutinitas yang menyehatkan, dan jika dilakukan dengan penuh kesadaran, mestinya akan menjadi rutinitas yang menyenangkan.” Sehat dan senang, dua kata yang melambangkan kualitas hidup tinggi, siapa enggak mau?

Untuk memperkaya cakrawala, ada juga “oleh-oleh” tentang medical check up dan pengobatan di Negeri Singa. Kami memilih Singapura, karena banyak sekali orang sakit maupun peserta medical check up asal indonesia yang mampir ke sana. Mungkin karena letaknya tak terlalu jauh, sehingga tidak tertalu melelahkan buat Anda berangkat dalam kondisi badan kurang sehat. Pun teknologi kedokteran di Singapura – buat sebagian orang – dianggap masih lebih baik negeri sendiri.

Toh akhir, apakah medical check up plus berobat di Jakarta atau di Singapura, sepenuhnya di tangan Anda, silakan melakukan studi banding, dan pilih mana yang menurut anda paling menyenangkan, baik dari segi fasilitas maupun kocek, itu sebabnya, selain gambaran umum biaya berobat di Singapura, kami juga menyertakan daftar paket medical check up rumah sakit rumah sakit lokal ternama di Jakarta, lengkap dengan ongkos pemeriksaan.

Tujuannya sekali lagi, agar apapun pilihan Anda nantinya, seperti dibilang Abimanyu, medical check up tetap harus menjadi aktifitas yang didasarkan kesadaran, sehingga tak hanya menyehatkan, tapi juga menyenangkan.

Manfaat Medical Check Up

  1. Menagkap gejala dini sebuah penyakit
  2. Mencegah munculnya penyakit (baru)
  3. Mengetahui kondisi kesehatan secara umum
  4. Bisa langsung dirujuk ke ahlinya, jika ada masalah serius

 

Sumber: INTISARI Sisipan September 2007

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.