Rutin Berolahraga selama bulan ramadan. Surya. Jumat 8 Mei 2020. hal 3. Spirit Ramadan

SURABAYA, SURYA – Ngabuburit pada bulan Ramadan sudah menjadi kebiasaan umat muslim di Indonesia. Namun, bulan puasa tahun ini terasa sangat berbeda setelah munculnya pandemi covid-19.

Meski begitu, kondisi ini tak membuat Ranni Dian Octaviana (22). alumni Hospitality & Tourism Business Universitas Ciputra, bermalas- malasan. Ia tetap menjalankan kebiasaan berolahraga bersama ayah, ibu, dan empat saudaranya menjelang waktu buka puasa.

“Ngabuburit ala keluarga kami yaitu olahraga lari sore keliling kompleks dan workout agar kondisi tubuh kami selalu sehat terutama saat pandemi seperti ini,” kata Ranni, Kamis (7/5).

Perempuan kelahiran Sidoarjo ini mengaku mengurangi porsi olahraga. “Aku kurangi dari 2 jam setengah menjadi 1 jam olahraga, karena kami tidak boleh sempat dehidrasi. Jadi time management olahraga saat puasa harus diperhatikan,” ujar pemilik PT Rahayu Perdana Trans ini.

“Itupun kami harus menggunakan masker dan menjaga jarak, karena aturan dari pak RT,” imbuhnya.

Sementara itu, ayah Ranni, Samiran (50) menyebut olahraga yang dilakukan keluarganya ini sebagai untuk menjaga imunitas tubuh.

“Untuk anak-anak rutin setiap hari, kalau saya dan istri satu hari olahraga, besoknya rest day, kemudian olahraga lagi besoknya, agar kami semua tidak mudah sakit,” kata Samiran

Selain itu, Samiran juga menyarankan istrinya untuk memberikan hidangan buka puasa berupa buah, sayur, daging, dan nasi merah.

“Nasi merah sebagai karbohidrat kompleks, dapat memberikan energi lebih dari pada nasi putih,” pungkasnya. (zia)

 

Sumber: Jawa Pos. 8 Mei 2020. Hal. 3

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *