Ronaldo: Minumlah Air, Bukan Soda

In this handout picture taken and released on June 14, 2021 by UEFA, Portugal’s forward Cristiano Ronaldo gives an MD-1 press conference at the Puskas Arena in Budapest, on the eve of the UEFA EURO 2020 football match between Hungary and Portugal. (Photo by Handout / UEFA / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE – MANDATORY CREDIT “AFP PHOTO / UEFA” – NO MARKETING – NO ADVERTISING CAMPAIGNS – DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

 

Beberapa waktu Cristiano Ronaldo menghebohkan internet karena menggeser botol Coca-Cola  dan menggantinya dengan botol air mineral saat konferensi pers jelang laga Hongaria vs Portugal.  Pernyataannya di perhelatan Euro 2020 ini ternyata merembet hingga turunnya nilai saham Coca cola hingga 57 triliun!

Cristiano Ronaldo merupakan atlet sepak bola yang memang terkenal mengkampanyekan gaya hidup sehat. Ronaldo juga sempat mengatakan “Minumlah air, bukan soda” kepada media yang meliputnya.

Tapi apasih dampak buruk minuman bersoda untuk kesehatan sampai-sampai Ronaldo kekeh menggeser botol cola itu?

  1. Merusak gigi

Minuman bersoda biasanya memiliki kandungan gula yang sangat tinggi. Kandungan gula yang tinggi yang menjadi makanan bakteri di gigi dan kandungan phosphoric acid dan carbonic acid yang bersifat asam  dapat merusak enamel gigi dan menyebabkan gigi berlubang. Selain itu pewarna Cola yang gelap dapat membuat gigi menjadi lebih kuning. Jika tidak segera mengurangi konsumsi soda, lama kelamaan masalah gigi dapat merembet kepada masalah mulut lainnya.

 

  1. Bikin jerawatan

Menurut Livestrong, kandungan kafein dalam soda dapat berdampak pada pola tidur yang buruk yang menyebabkan tubuh menjadi stress dan melepaskan kortisol. Hal ini membuat kulit memproduksi minyak lebih banyak dan menjadi penyebab munculnya jerawat.

 

  1. Diabetes

Dikutip dari MedicalNews Today, satu kaleng Coca Cola mengandung 37 gram gula yang setara dengan 10 sendok teh gula. Satu kaleng Coca Cola saja sudah melebihi standar saran WHO yaitu konsumsi 6 sendok perhari. Nah kandungan gula yang tinggi dapat menaikkan kadar gula darah dalam tubuh yang juga menyebabkan melonjaknya insulin. Bebrapa studi menyatakan konsumsi gula yang berlebihan berhubungan dengan diabetes tipe 2

 

  1. Naiknya berat badan

Pernah dengar bahwa minum cola dapat menurunkan berat badan? Ternyata hal tersebut adalah mitos, UC People! Selain memiliki kadar gula yang tinggi, satu kaleng Cola mengandung kurang lebih 140 kalori . Selain itu minuman gula yang tidak mengenyangkan, biasanya membuat orang  tetap ingin makan berat lagi yang membuat kalori semakin menumpuk. Alhasil bikin kita makin gendut deh. Dan jika konsumsinya tidak terkontrol, meminum soda berisiko menyebabkan obesitas.

 

Bisa jadi faktor-faktor diatas menjadi alasan Ronaldo menyarankan agar kita memperbanyak minum air putih dan bukan Coca Cola ya UC People. Meminum minuman bersoda memang memiliki risiko kesehatan yang buruk, namun kita masih bisa kok minum minuman bersoda hanya saja harus dalam kadar yang rendah. Memang tidak mudah untuk beralih, terlebih jika minuman soda sudah menjadi kebiasaan, tapi perlahan namun pasti kita dapat membuat kebiasaan baru dengan beralih meminum air putih, infused water, jus atau teh tawar.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.