Ringan, Tahan Air, dan Tak Mudah Kotor. Surya, 6 November 2020 – Hal 3. Indyana Sukma. FPD

SURABAYA, SURYA – lndyana Sultma menciptakan bucket bag dari hasil mengolah limbah bungkus snack. Produk ini sangat digemari anak muda. Teksturnya menyernpal kulit buaya dan ada pesvarnaan yang unik.

Mahasiswi Jurusan Fashion Product Deslgn and Business Universitas Ciputra (UC) Surabaya ini memberi nama produknya, Crolaxy, diambil dari kata Crocodlle dan Galaxy.

Crocodile karena tekstur dan pattern tas buatan Indy ini menyerupai kulit buaya sementara laxy diambil dri Galaxy karena Indy mendesain tas yang memilild warna menyerupai langit malam yang berbintang.

“Kalau detailnya keIihatan gak cuma biru tapi ada bintik biutik silver seperti bintang. Harus beberapa kall eksperimen,” kata Indy, Kamis (5/11).

Dari beberapa bungkus snack memang tak bisa diolah karena hanya mengandung sedikit foil dan lebih banyak terbuat darl bahan plastik (kandungan aluminium dalam bungicus snack sedikit).

“Ternyata, ada beberapa jenis bungkus snack yang Udak dapat diolah menjadi material pengganti kulit hewan karena sifatnyalipis dan mudah berkerut, bahkan meleleh jika terkena panas,” katanya.

Perempuan kelahiran Denpasar, 27 Februari 1999 ini kemudian memu tuskan menggunakan bungkus snack becienis tebal yang cenderung memiliki baglan aluminium berkilau dan dapat mempertahankan bentuk serta memberikan tekstur kerut sehingga menjadi motif yang diinginkan.

Indy mencuci bungkus-bungkus snack terleblh dahulu menggunakan sabun pembersih, lalu baglan penyatu bungkus digunting sehingga menghasilitan lembaran alfoil. Setelah itu dilipat menjadi dua bagian.

Dia meletakkan dalam lapisan kertas cokelat sebagai pembatas antara panas setrika dengan foil sebelum menyeterikanya dengan suhu maksimal dengan cara didiamkan selama 10 detik tepat.

Tidak bisa kurang dan lebih karena akan berpengaruh terhadap bentuk motif yang dihasilkan, lalu digosok dengan alat setrika dan dipindahkan kebagian lain setelah baglan awal sudah melewati waktu 10 detik.

“Setelah terbentuk hasil. diberi warna menggunakan pewarna cat besi atau cat semprot pylox untuk metal,” terang Indy yang mengaku kesulitan saat melakukan proses setrika.

Hasil karya tas Indy ini bersIfat ringan dan tahan air sehingga tidak perlu khawatlr basah dan kotor. Cocok untuk menyimpan card holder, ponsel, lipeream, bedak ketika pergi ke mal atau acara informal. (zia)

 

Sumber: Surya. 6 November 2020. Hal 3

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *