Rezeki dari Diet Mayo

“Awalnya saya masak makanan diet untuk diri saya sendiri, karena saya menyadari gaya hidup yang mulai tidak sehat. Makanan yang saya masak itu saya posting di IG dan ternyata banyak yang tanya,” begitu cerita awal Anjarsari Resmaningrum pemilik katering sehat @gomayo_bpp kepada Bisnis.

Anjar setelah kuliah sempat bekerja di beberapa perusahaan besar di Kalimantan Timur, namun akhirnya memilih untuk meninggalkan karier sebagai profesional dan menekuni bisnis yang sesuai dengan minatnya.

Pada 4 Mei 2015 dengan tujuh orang pelanggan pertamanya, Anjar memulai bisnis katering sehat tersebut. Awalnya, paket yang ditawarkan adalah paket diet mayo selama 13 hari. Menurut Anjar, paket itu dipilih lantaran cukup mudah dibuat dan dijalankan oleh para pelanggan yang ingin menurunkan berat badan.

“Diet mayo relatif mudah karena tanpa air es,” ujar Anjarm

Bagi Anjar, bisnis ini merupakan usaha yang dicita-citakannya. Sebagai lulusan sarjana ilmu komunikasi dibidang komunikasi pemasaran, Anjar ingin mengembangkan usaha yang jarang ingin digarap oleh kompetitor. Menurutnya, tidak terlalu banyak orang yang tertarik untuk mengembangkan bisnis makanan sehat.

“Memang, tidak semua orang minat diet, tapi itu bikin tidak banyak kompetitornya juga. Meskipun peminat katering sehat itu sedikit dibandingkan dengan orang yang ingin makan enak, mungkin 30 berbanding 70 tetapi saya lebih milih buat mengakomodir yang 30 itu,” paparnya.

Seiring dengan makin banyaknya informasi yang diperoleh dari media sosial, pemain bisnis makanan sehat di Balikpapan pun diakui Anjar makin menjamur. Pasalnya, dalam beberapa tahun belakangan ini pertumbuhan jumlah katering sehat di daerahnya cukup signifikan.

Masing-masing katering memiliki posisi sendiri seperti smoothies, yaitu makanan dengan konsep eat clean, hingga katering untuk menu diet.

Untuk mengakomodasikan keinginan para pelanggannya, Anjar melalui @gomayo_bpp memberikan beberapa opsi paket yang dapat dipilih. Harga yang dipatok pun beragam sesuai dengan paket dan jumlah hari yang dipilih. Untuk paket diet mayo selama 13 hari, Anjar mematok harga Rp. 950.000 yang terdiri dari makanan siang dan malam.

Ada juga paket dengan konsep eat clean yang disebut sebagai paket healthy lunch dan healthy bowl. Menu dalam paket itu merupakan menu sehat yang mengurangi garam dan tidak menggunakan MSG. Dua paket tersebut masing-masing dibanderol dengan harga Rp. 225.000 dan Rp. 125.000 untuk menu selama lima hari.

“Untuk yang paket eat clean tujuan awalnya untuk mengakomodir orang yang takut ngambil diet karena takut tidak berasa, menu di paket itu masih berasa hanya memang less salt dan no MSG. Beras yang digunakan pun beras juga beras merah atau beras coklat,” ujar Anjar.

Kini dalam sebulan Anjar bisa menerima hingga 40 pelanggan baru untuk paket diet mayo. Sedangkan untuk paket eat clean healthy lunch, rata-rata dalam sehari bisa mencapai 15 paket.

Salah satu kendala yang dihadapi Anjar dalam menjalankan katering sehat ini adalah minimnya ketersediaan bahan-bahan makanan sehat berkualitas premium. Hal ini awalnya membuat Anjar harus pintar-pintar mengombinasikan menu yang ditawarkan.

“Keterbatasan bahan misalnya seperti chia sedd. Dimana-mana sudah banyak yang pakai, tetapi di Balikpapan awal-awal itu masih susah banget dicari,” paparnya.

Ke depannya, Anjar dan @gomayo_bpp berencana untuk menambah jenis paket dan variasi menu yang ditawarkan. Menurutnya, ini penting dilakukan untuk menjaring kembali para pelanggan yang sebelumnya pernah menjadi konsumen di katering sehatnya.

Anjar juga terus melakukan konsultasi dengan ahli gizi agar menu yang dibuatnya sesuai dengan kebutuhan kalori pelanggan. Bahkan, Anjar juga mencatat apakah masing-masing pelanggan memiliki kesulitan untuk memakan jenis makanan tertentu. Hal ini untuk memudahkannya dalam menyusun menu harian yang tepat dan seusai kebutuhan.

“Tambah paket dan variasi menu itu penting. Supaya konsumen tidak bosan dan yang sudah pernah ikut bisa tertarik lagi karena menu yang ditawarkan berbeda,” ujarnya.

 

 

Sumber: Bisnis-Indonesia-Weekend.18-Maret-2018.Hal_.5

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *