Relationship Kamu Sehat? Yuk Belajar Dari Story of Kale

Scene film Story of Kale: When Someone’s in Love ini sangat sering muncul di fyp Tiktok. Scene yang paling sering tampil adalah scene seorang laki-laki yang sedang emosi dan bertindak kasar terhadap seorang perempuan. Ya, tentunya karena film ini mengangkat cerita  mengenai toxic relationship.

Film yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko ini berhasil menarik perhatian anak-anak muda. Film ini merupakan  spin-off dari film NKCTHI (Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini), yang menceritakan kisah percintaan Kale (Ardhito Pramono) sebelum bertemu dengan Awan (Rachel Amanda) di NKCTHI.

Kisah cinta toxic ini diawali dengan seorang perempuan bernama Dinda (Aurelia Moeremans) dan seorang pria bernama Argo (Arya Saloka) menjalin toxic relationship sampai bertahun-tahun. Argo terus menerus bersikap kasar, manipulatif dan melakukan kekerasan terhadap Dinda.

Setelah selesai dengan Argo, Dinda menjalin hubungan baru dengan Kale. Tapi, ternyata jauh dari ekspektasi. Hubungan baru tersebut tidak kalah beracun dari hubungan yang sebelumnya, dan perilaku Kale ternyata tidak jauh berbeda dari Argo.

Sangat disayangkan memang. Mungkin, penonton pun berharap bahwa kisah cinta Dinda dengan Kale lebih baik dari sebelumnya. Meskipun begitu, ada beberapa hal yang dapat dipelajari dari hubungan mereka [Spoiler Alert].

 

  1. Menyelesaikan trauma sebelum memulai hubungan baru

Dinda dan Kale sama-sama memiliki masa lalu keluarga yang buruk. Dan hal tersebut, menjadi bumerang saat mereka menjalani suatu hubungan. Kale yang mengalami perpisahan orang tua, akhirnya tumbuh menjadi pribadi yang sangat posesif, mudah curiga, bersikap kasar, dan sangat takut kehilangan. Dinda juga tumbuh dengan ayah yang kasar dan keras. Hal itu menyebabkan Dinda selalu bertahan dan terjebak dalam toxic relationship.

 

2. Aware terhadap perilaku toxic pasangan

“Cinta itu buta” adalah ungkapan yang seringkali terdengar. Ketika seseorang jatuh cinta, seringkali dibutakan oleh perasaan. Dan hal tersebut yang membuat seseorang akan terus berfikir positif terhadap pasangan dan hubungannya walaupun hubungan tersebut tidak baik. Dinda menyadari perilaku abusive pasangannya. Tapi ia terus bertahan karena rasa cinta nya. Ketika sudah menyadari hubungan yang dijalani memang beracun, sebaiknya mempertimbangkan kembali.

 

3. Mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain

Sebelum menjalin relationship, lebih baik mencintai diri sendiri terlebih dahulu. Dinda yang rela bertahan dalam hubungannya yang toxic tidak mencintai dan menghargai dirinya yang menanggung beban tersebut. Jika ia mencintai dirinya terlbih dahulu, maka ia akan siap untuk meninggalkan hubungan toxic tersebut.

 

4. Memiliki hubungan yang berlangsung lama tidak menjamin

Hubungan Dinda dan Argo sudah cukup lama. Meskipun dipenuhi kekerasan, Dinda tetap bertahan dan berfikir kalau hubungannya akan baik-baik saja karena sudah lama. Tapi nyatanya, hubungan tersebut tidak menjamin relationship nya akan bahagia dan berakhir manis. Nyatanya, Dinda hanya membuang-buang waktu dan menambah luka nya sendiri. Hubungan yang lama tidak menjamin akan berakhir bahagia. Maka jika toxic realtionship yang sudah berlangsung lama, ada baiknya memikirkan kembali agar tidak membuang-buang waktu.

 

Dari film ini, tentunya mengajak kita untuk mengevaluasi kembali relationship yang kita jalani. Yuk, jalani relationship yang sehat.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.