Reguk Segarnya Laba Es Teh. Kontan Mingguan. 6-12 Desember 2021. Hal. 14-15

Peluang usaha es teh terus terbuka, baik musim kemarau maupun penghujan. Asalkan racikan Anda digemari orang, omzetnya menggiurkan.

Mak Sin, sapaan Warsi nem, adalah salah satu pengusaha kuliner yagn fenomenal. Menu andalannya cuma satu: es teh. Harganya murah, Rp 2500 seporsi. Tapi, sering terlihat ada antrean pembeli di warung kecil bernama Wedangan Pak Sin di Solo. Dalam satu video tentang Es Teh di Youtube, dikatakan, sehari Warsinem harus memasak teh antara 4 sampai 5 panci tinggi (dandang). Satu dandang berisi sekitar 100 porsi teh. Omzetnya mantab sekali, kan?

Es teh racikan Mak Sin ini banyak disukai karena dijabarkan sebagai: manis dan wangi. Mak Sin sudah berjualan es teh sejak tahun 1993. Selama hampir 3 dekade berdagang es teh, penggemarnya selalu saja ada. Nah, tidak heran jika banyak yang tergiur dengan peluang usaha es teh. Awalnya, masyarakat familiar dengan Thai Tea yang dijual di booth-booth. Belakangan, banyak lapak yang menjual es teh manis. Bukan hanya berupa booth sederhana, minuman ini diangkat pamornya dengan dijual di gerai ke kinian yang permanen.

Contohnya Es Teh Indonesia yang buka pada tahun 2018. “Kami ingin meningkatkan harkat dan martabat teh Indonesia, maka brandingnya langsung Es Teh,” jelas Yudhi Azra Kurni awan, Franchise Staff PT Esteh Indonesia Makmur.

Menurut Yudhi minuman es teh disukai semua lapisan masyarakat, jadi marketnya sangat luas dan tidak tersegmen. Ini peluang yang sangat besar.

“Meski gerainya kekinian, tapi kami tidak membranding es teh ini sebagai produk minuman yang kekinian. Kami ingin es teh ini long lasting. Kalau kekinian biasanya hanya bersifat musiman,” jelasnya.

Sekalipun mengusung nama sederhana, ternyata Es Teh Indonesia mampu berkembang dengan pesat. Hingga kini sudah ada 320 gerai di seluruh Indonesia. Sampai akhir tahun ini, bisa menjadi 450 gerai. Sebab ada ratusan gerai yang sedang persiapan buka.

“Sejumlah 90% gerai dimiliki terwaralaba,” kata Yudhi. Mereka yakin peluang usaha es teh masih terbuka.

Pelaku usaha yang mandiri juga bermunculan mengibarkan nama es teh. Salah satunya adalah Dino Szumarna, pemilik Es Teh Tali Pinggir. Dino mendirikan usaha di Cijerah, Bandung. “Saya ingin bikin es teh booming dan jadi raja di negeri sendiri, bukan justru olahan minuman teh dari negara tetangga booming di sini,” katanya.

Di sisi lain, Dino yakin pasarnya besar sekalipun banyak teh siap minum dari pabrik dan es teh mudah dibuat sendiri.

“Kalaupun membuatnya di rumah, kemungkinan pakai teh celup dan gula yang diracik seadanya. Jadi, kalau kita bisa menyajikan es teh yang berbeda dibandingkan dengan olahan di rumah, pasti produk kita akan dicari,” jelas Dino.

Dino meracik sendiri bahan baku es teh buatannya dari berbagai merek varian teh dengan gramasi tertentu. Sehingga hasilnya wangi, sepet, legi, dan kentel (wasgitel). “Saya menyebut es teh racikan ini wasgitel. Ide ini muncul ketika saya mudik di kampung istri di Jawa Tengah,” kenangnya.

Saat itu, Dino meminum es teh yang berbeda dengan es teh di rumah makan atau warteg-warteg di sekitar tempat tinggalnya, Bandung. “Es teh di Jawa itu ternyata kental, ada sepetnya, manis, dan wangi. Segar, tak sekadar jadi pelepas dahaga tapi ber citarasa,” katanya.

Kemudian, Dino kembali ke Bandung dan mencoba meracik berbagai merek teh tubruk untuk menciptakan teh yang bercitarasa kuat. Selama sebulan Dino melakukan eksperimen hingga akhirnya membuka Es Teh Tali Pinggir.

“Karena target saya siapa sa ja, harga yang saya tawarkan pun sangat terjangkau. Mulai Rp 2.000-Rp 8.000 per kantong plastik,” jelas Dino.

Meski harga jualnya murah, Dino membuka kedainya dengan konsep kekinian dan permanen. “Saya ingin memperkenalkan ke masyakarat kalau tempat yang enak tidak melulu harganya mahal,” jelas Dino yang mengantongi omzet minimal Rp 500.000 per hari dari berjualan es teh. Saat ini Dino sudah bersiap untuk membuka dua gerai lagi.

Anda tertarik untuk menjajal usaha es teh ini? Marginnya minimal 40% lo.

 

Jika Anda ingin mendirikan usaha es teh secara mandiri dengan konsep gerai kekinian dan permanen, modal yang harus disiapkan bisa disesuaikan dengan kantong.

Teh harus Anda racik sendiri dari berbagai merek teh tubruk agar dapat rasa yang pas.

Racik Teh Sendiri

Tentu, Anda harus pilih lokasi usaha yang sesuai dengan target pasar. Jika harga yang ditawarkan di bawah Rp 10.000, Anda harus mencari lokasi yang sewanya tidak mahal tetapi kawasan yang ramai. Es Teh Tali Pinggir memanfaatkan kios kecil untuk buka kedai. Lokasinya berada di kawasan persekolahan dan pemukiman penduduk yang cukup ramai.

“Saya pilih lokasi ini karena market saya anak sekolah dan warga sekitar yang ingin menikmati minuman segar dengan harga terjangkau. Bahkan kami punya pelanggan tukang sayur dan tukang parkir,” kata Dino yang menargetkan menengah bawah untuk konsumennya.

Dino mengungkapkan untuk memulai usaha ini modal yang dibutuhkan sekitar Rp 15 juta di luar modal untuk sewa lokasi. Modal itu digunakan untuk renovasi gerai, membeli peralatan seperti teko dan aneka wadah teh, kemasan, dan bahan baku.

Untuk menekan harga produksi, Anda bisa menggunakan kemasan kantong plastik biasa yang tebal. Nah biar naik kelas, kantong plastiknya bisa Anda cetak dengan brand usaha.

Yang terpenting untuk membuka usaha ini secara mandiri, Anda harus bikin produk yang kuat sehingga disukai. Misalnya Dino bilang, es tehnya tidak akan berubah rasa, kendati es sudah mencair. Maka, untuk mendapatkan rasa teh yang pas, Anda harus meracik beberapa merek teh tubruk. Masing-masing merek, punya ke unggulan sendiri, seperti wangi atau kental, atau sepat.

Untuk mendapatkan varian menu ini Anda bisa melakukan riset secara mandiri dengan mencoba berbagai varian teh tubruk. Nah untuk mendapat kan bahan baku ini, Anda bisa mencarinya di internet atau datang langsung ke pusat-pusat penghasil teh tubruk di seputar Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Jika tak ingin ribet, Anda bisa menjajal usaha ini dengan menjadi terwaralaba. Salah satu brand yang menawarkan usaha waralaba es teh adalah Es Teh Indonesia. Tapi Anda harus menyediakan lokasi usaha minimal berukuran 4mx4m.

Modal yang harus Anda si apkan, sebesar Rp 150 juta. Modal itu digunakan untuk membayar lisensi fee sebesar Rp 120 juta yang berlaku untuk 4 tahun. Untuk area Kalimantan, hanya berlaku 3 tahun. Lalu sisanya yakni sebesar Rp 30 juta untuk deposit fee. Dengan modal ini, Anda akan mendapatkan peralatan produksi, seragam, aplikasi pemesanan, dan lainnya.

Di luar itu, Anda harus membeli paket paket bahan baku yang harganya antara Rp 12,2 juta sampai Rp 45,3 juta. “Harga paket itu di luar ongkos kirim, ya,” jelas Yudhi. Dari harga paket tersebut terwaralaba akan mendapat bonus 1000 cup.

Disarankan untuk pemesanannya awal paket 10.000 cup. Menurut Yudhi, biasanya akan habis dalan. 2 minggu.

Satu gerai membutuhkan 3 karyawan, yang akan dilatih Pewaralaba. Setiap bulan terwaralaba harus menyetorkan 5% dari omzetnya pada pihak pewaralaba. Yudhi bilang outlet saat ini rata-rata menghasilkan omzet Rp 80 juta per bulan. Yudhi menegaskan, rata-rata usaha ini akan balik modal dalam kurun waktu setahun.

Bagaimana, Anda tertarik bu Yang terpenting untuk mem- ka warung es teh juga?

Konsep To Go

Layaknya kedai minuman yang belakangan ini makin viral, gerai es teh yang permanen juga hanya melayani pembelian berkonsep to go atau take a way. Hal ini sikron dengan layanan aplikasi pemesanan makanan dan minuman secara daring. Dengan konsep kedai yang tanpa ruang hang out ini pun tidak mengurangi minat pembeli yang datang langsung.

“Ya, karena orang menikmati es teh kan bukan untuk lobi atau negosiasi, tapi untuk pelepas dahaga. Jadi lebih cocok dengan konsep to go juga,” jelas Yudhi Azra Kurniawan, Franchise Staff PT Esteh Indonesia Makmur.

Konsep tanpa tempat untuk minum di tempat ini, juga bisa menekan modal yang harus dikeluarkan pengusaha. Hal ini juga yang diterapkan Dino Szumarna, pemilih usaha Es Teh Tali Pinggir.

“Untuk cabang-cabang selanjutnya saya juga akan menerapkan konsep yang sama,” jelas Dino. Demi melakoni bisnis ini, Anda harus memiliki konsep yang jelas sejak awal. Supaya produk Anda bisa lebih tetap sasaran. “Dari awal saya mengincar low middle, es teh merupakan produk yang bisa dijual dengan harga murah dan produk ini cocok di segmenitu,” katanya.

Nah, sekalipun targetnya low middle dan harga murah, Anda harus memperhatikan kualitas produk. Agar usaha bisa mendatangkan keuntungan, produk dengan harga murah mesti dijual dalam volume yang besar. Jika produk es teh Anda enak dan murah, tentu akan diminati para pembeli.

 

 

Sumber: Kontan Mingguan. 6-12 Desember 2021. Hal. 14-15

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *