Racik Bunga Jadi Minuman Kesehatan. Jawa Pos. 12 November 2018. Hal.23. Alumni Mahasiswa International Business Management Universitas Ciputra

Kombinasikan Teh dengan Krisan dan Lavender

SURABAYA – Budaya minum teh mungkin lebih dikenal di Negara Tiongkok, Jepang, ataupun Inggris. Namun, sebagian masyarakat Surabaya juga ada yang membiasakan budaya tersebut. Dia adalah Jene Green Sabeth. Kecintaannya terhadap teh membuat dia penasaran, belajar hingga akhirnya bisa meracik teh sendiri dengan berbagai bahan dari kota-kota di Indonesia. Misalnya, Malang, Jogja, dan Surabaya.

Kemarin (11/11) Jene mengajak gengnya untuk menyeduh teh racikannya di Layer Speech di daerah Raya Darmo Baru. Selain daun teh atau Camellia Sinensis, dia juga memanfaatkan macam-macam bunga. Berjudul afternoon tea, dia menyeduh tiga jenis teh.

“Yang ungu itu blue tea di campur lemon, yang hijau murni blue tea, lalu yang kuning itu krisan,” jelas perempuan kelahitan Jakarta, 6 Januari 1990, tersebut.

Keahliannya meracik teh sendiri bermula dari seringnya dia berkelana, Jene pergi ke banyak kota di negara lain untuk mencoba dan berburu berbagai rasa teh.“Tapi, kalau benar-benar mulai meracik teh sendiri, baru dua bulan terakhir ini,” jelasnya.

Keinginan untuk meracik teh sendiri ternyata menjadi-jadi setelah dia berkunjung ke toko penjual bahan-bahan pembuatan teh di Australia pada tahun lalu. “Terus saya mikir. Kalau ada bahan-bahan gini, kan saya bisa racik teh dengan aroma dan khasiat sesuai keinginan sendiri. Apalagi, di Surabaya ini sulit banger cari kedai teh,” cerita perempuan lulusan International Business Management Universitas Ciputra tersebut.

Teh yang dibuatnya bukan sekedar teh biasa. Tapi ternyata punya manfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Misalnya saja yang kuning. Terbuat dari bunga krisan kuning dengan aroma wangi khas bunga krisan, teh itu ternyata bermanfaat mencegah sakit-sakit dalam tubuh.

Sampai saat ini, teh yang berhasil dia racik sendiri ada 12 macam. “Tapi, teh saya lebih ke teh yang aromanya soft dan rasanya manis,” sambungnya. Sebab, tujuannya meracik teh sendiri ternyata adallah membuat minuman kesehatan yang menyegarkan, ringan, dan menyenangkan.

Salain itu, yang sangat dia cari dari teh adalah aromanya. “Jadi memang benar-benar beda sama kopi yang aromanya dan rasanya kuat,” imbuhnya. (ama/c22/any)

Sumber : Jawa-Pos.12-November-2018.Hal.23

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *