Pustakawan UC Makassar menjadi moderator Webinar FPPTI-Sulsel

Pada 10 Juli 2021 lalu, telah diadakan Pelantikan, Webinar & Rapat kerja FPPTI (Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia) wilayah Sulawesi Selatan dengan tema webinar “Sertifikasi Pustakawan Dalam Memenuhi Standar Perpustakaan Perguruan Tinggi” dengan narasumber Ketua Umum FPPTI, Ibu Mariyah, S.Sos., M.Hum sebagai narasumber dan pemberi sambutan mewakili seluruh Pengurus FPPTI Indonesia, turut diundang sebagai narasumber Bapak Agus Rifai, S.Ag., SS., M.Ag., Ph.D. dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pengurus Ikatan Pustakawan Indonesia, dan perwakilan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Bapak Mohammad Hasan, S.H., M.H. selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sulawesi Selatan dengan moderator webinar oleh Pak Fendy, S.IP., M.Hum (Pustakawan Universitas Ciputra School of Business Makassar) bertempat di Hotel Continent Centrepoint dan berlangsung dari Pkl. 08.00 – 16.00 WITA.

Kegiatan ini terdiri dari tiga agenda utama, yaitu pelaksanaan Pelantikan Pengurus FPPTI Wilayah Sulawesi Selatan periode 2021-2024, webinar dengan tema “Sertifikasi Pustakawan dalam Memenuhi Standar Perpustakaan Perguruan Tinggi”, dan Rapat Kerja FPPTI wilayah Sulawesi Selatan di Hotel Continent Centrepoint, Jalan Adhiyaksa No. 15, Makassar. Pada kegiatan pertama, Pelantikan Pengurus FPPTI Sulawesi Selatan, Ibu Mariyah menyampaikan bahwa Pengurus FPPTI Sulawesi Selatan merupakan tangan kanan dari FPPTI Pusat untuk Klaster Wilayah Timur, khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan dalam membangun kemitraan strategis antar anggota perpustakaan dan membantu perwujudan SDM perpustakaan yang kompeten, berintegrasi, professional, dan berdaya saing global.

Pada agenda webinar, selaku narasumber, Ibu Mariyah menjelaskan mengenai manajemen Perpustakaan Perguruan Tinggi dalam Persaingan Global. Menurutnya dalam situasi pandemi Covid-19, seorang manajer harus mampu mengelola manajemen perpustakaan dengan menetapkan tujuan dan sasaran organisasi yang jelas dengan mengacu pada 4 (empat) hal yaitu: perencanaan (mendefinisikan sasaran-sasaran, menetapkan strategi, mengembangkan rencana kerja dalam bentuk aktivitas); pengorganisasian (menentukan apa yang harus diselesaikan, bagaimana caranya, dan siapa yang akan mengerjakannya); kepemimpinan (memotivasi, memimpin dan tindakan-tindakan lainnya yang melibatkan interaksi dengan orang lain); dan pengendalian(memantau aktivitas-aktivitas demi memastikan segala sesuatunya terselesaikan sesuai rencana). Di samping itu, seorang manajer juga dibutuhkan pengetahuan dengan perspektif global (Farina, 2010), yaitu: pandangannya berorientasi dunia yang berfokus untuk menggunakan pendekatan dan membutuhkan orang terbaik dari seantero dunia (geosentris).

Dalam implementasinya, seorang manajer perpustakaan harus dapat merespon dengan baik perubahan-perubahan yang terjadi. Perubahan kebijakan dari lingkup pemerintah tentunya berimbas langsung dengan keberlangsungan ketersediaan layanan di perpustakaan, salah satunya, perpustakaan terpaksa harus ditutup secara fisik di masa pandemi. Namun demikian, manajer perpustakaan harus melakukan strategi agar kebutuhan informasi stakeholder (pemustaka) tetap dapat dipenuhi. Strategi yang dapat ditempuh antara lain dengan melakukan inovasi pelayanan yang berbasis kebutuhan pengguna (pemustaka), seperti: online services, akses e-books, online article, sumber digital, pelatihan-pelatihan secara online, dan lainnya untuk dapat memberikan pelayanan prima kepada stakeholder-nya.

Menurut Ibu Mariyah dalam mencapai output manajemen perpustakaan yang baik, perpustakaan harus berorientasi pada kebutuhan pengguna dengan tetap menjaga kemutakhiran koleksi yang dimiliki, berinvestasi dalam peningkatan SDM, dan menyediakan akses yang dapat digunakan setiap saat, seperti online services. Mengkomunikasikan produk dan layanan prima yang dimiliki perpustakaan kepada khalayak luas juga merupakan strategi yang bijak dalam membangun brand sebuah perpustakaan di mata global, hal ini dapat ditunjang dengan memaksimalkan penggunaan media sosial, website, dan kanal youtube dalam mengkomunikasikan brand yang dimiliki.

Persaingan global mendorong tata kelola perpustakaan yang lebih mutakhir, inovatif, dan berintegritas dalam memberikan pelayanan prima kepada penggunanya sehingga diperlukan pemikiran dan analisa yang matang dalam menentukan langkah atau strategi yang akan diputuskan oleh pemangku kebijakan dan juga pustakawan perpustakaan perguruan tinggi tersebut. Dengan adanya webinar ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi seluruh stakeholder perpustakaan untuk membangun perpustakaan yang dapat bersaing secara global. (MRH/KM).

 

Sumber: http://fppti.or.id/v1/events/pelantikan-webinar-dan-rapat-kerja-perpustakaan-perguruan-tinggi-bersinergi-membangun-sulawesi-selatan/

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *