Persiapan Keuangan Memulai Bisnis Rintisan

Saat ini, mulai banyak orang yang mencari hasrat atau passion dalam hidup, dan membuat passion yang dimiliki menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan. Sebuah riset menyatakan, generasi yang lulus dari universitas dalam 10 tahun terakhir lebih suka kerja tanpa ikatan dan bahkan memulai usaha.

Bagaimana dengan Anda yang sampai saat ini adalah seorang karyawan. Bertahun-tahun jadi karyawan, apakah bisa banting setir menjadi seorang entrepreneur atawa memulai sebuah bisnis rintisan?

Awal 2018 ternyata banyak menjadi lembaran baru bagi sebagian besar karyawan di Indonesia. Beberapa perusahaan ritel terpaksa menutup operasinya, sebagian lain harus melakukan beberapa perampingan dan perubahan arah bisnis. Kondisi ini juga bisa jadi salah satu pendorong motivasi untuk memulai usaha. Nah, jika ingin menambah portofolio investasi dengan cara membangun bisnis, berikut langkah yang bisa Anda lakukan:

Pertama, Anda sebaiknya tahu bisnis apa yang ingin dijalankan dan tulis dalam rencana bisnis. Sebuah rencana bisnis akan bisa menjawab pertanyaan penting tentang, apa yang Anda jual? Siapa pangsa pasar Anda? Bagaimana Anda berencana membuat keuntungan? Siapa tim impian yang bekerja untuk membuat rencana bisnis berhasil? Seperti apa proyeksi keuangan bisnis Anda?

Kedua, mencari modal. Langkah berikutnya adalah mengakses dana sebagai sumber modal kerja. Rencana bisnis bisa memberi gambaran berapa jumlah modal yang Anda perlukan, apakah perlu untuk meminjam dari bank atau lembaga keuangan lain, dan bagaimana bisnis Anda bisa membayar utang modal kerja itu.

Modal kerja awal sebaiknya menyokong nafas bisnis selama 12 bulan. Artinya, biaya tetap, seperti gaji dan administrasi harus sudah siap untuk operasi usaha setahun ke depan.

Ketiga, membuat anggaran bulanan rumahtangga yang baru. Bila bekerja untuk bisnis ini, maka setiap bulan tentukan gaji yang Anda ambil dari usaha. Masukan gaji ini sebagai bagian dari biaya usaha. Keuntungan bisnis biasanya baru akan diambil dalam jangka waktu satu tahun sekali atau satu tahun dua kali.

Keempat, mempersiapkan keuangan pribadi. Salah satu ketakutan terbesar seorang pegawai kantoran yang beralih menjadi pengusaha adalah, risiko tidak mendapatkan penghasilan yang rutin. Jangan berkecil hati bila di tahapan awal memulai bisnis Anda belum bisa secara rutin mendapat penghasilan dengan jumlah yang sama saat masih menjadi karyawan.

Dana darurat

Oleh karena itu, sebelum mulai bisnis, Anda wajib untuk memiliki reservasi dana darurat yang memadai. Dana ini harus lah disimpan dalam bentuk tabungan biasa atau reksadana pasar uang, dengan jumlah minimal 12 kali pengeluaran rutin bulanan. Fungsi dana ini kalau ternyata di bulan-bulan pertama usaha belum dapat memberikan penghasilan, Anda tetap memiliki uang untuk membayar keperluan rutin rumah tangga. Apakah Anda sudah memiliki dana darurat memadai?

Saya pribadi memiliki pengalaman membangun bisnis konsultan keuangan, setelah bekerja di sebuah perusahaan multinasional besar selama 5,5 tahun. Sepanjang enam bulan sebelum memutuskan akan berhenti bekerja, kami mengumpulkan dana darurat dan berusaha untuk hidup hanya separuh dari gaji setiap bulan. Jika sudah berhasil melakukan hal ini juga, setidaknya Anda sudah 25% siap menjadi pengusaha.

Keuangan bisnis merupakan hal yang berbeda dengan keuangan pribadi. Saat Anda memutuskan berbisnis, langsung pisahkan keuangan untuk bisnis dengan buat pribadi. Disiplin dalam pembukuan sebaiknya dilakukan sejak awal.

Modal awal bisnis merupakan investasi Anda. Investasi yang telah dikeluarkan sebagai modal bisnis sebaiknya dicatat dalam neraca rumahtangga. Setiap pengeluaran untuk bisnis, haruslah dibayar dari penghasilan bisnis. Prinsip yang sama juga berlaku sebaliknya. Setiap penghasilan bisnis tidak bisa langsung digunakan untuk membiayai anggaran rumahtangga Anda. Menggunakan arus kas bisnis untuk membiayai keperluan-keperluan pribadi adalah kesalahan besar.

Di tahap awal memulai bisnis sendiri, hasil operasi kadang tidak sesuai dengan harapan. Jangan mundur hanya karena Anda takut kehilangan penghasilan rutin yang biasa dinikmati sebagai karyawan. Bisnis yang ideal selalu dimulai dengan hal yang kecil namun didukung rencana yang besar. Tapi, tetap ingat untuk memperkokoh pondasi keuangan rumahtangga sebelum memulai bisnis.

Live a Beautiful Life!

 

 

Sumber: Tabloid-Kontan.22-28-Januari-2018.Hal_.11

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *