Perhatikan Berat Badan dan Gerakan Bayi. Jawa Pos. 26 Mei 2021. Hal.15. dr. Salmon Charles. MED

SURABAYA, Jawa Pos Mengurangi frekuensi kunjungan ke klinik atau RS oleh ibu hamil tidak berarti mengurangi perkembangan janin.  Kondisi ibu hamil dapat dipantau dengan beberapa cara selama di rumah.

“Utamanya pemeriksaan berat badan dan menghitung gerakan bayi selama satu jam,” ucap dr Salmon Charles PT.  Siahaan SPOG.  Keduanya bisa jadi prediktor kesehatan bayi.  Penambahan berat badan ibu biasanya berada di kisaran 7-11 kilogram.

Pengembangan tersebut dapat dipantau terus.  “Kalau tidak ada penambahan berat, tentu memengaruhi berat badan janin,” jelas Charles.  Tapi, jika meleblhi angka tersebut, ibu hamil juga perlu waspada.  Di antaranya, preeklamsia dan diabetes pada kehamilan.

Pemeriksaan gerakan bayi dilakukan dengan menghitung berapa kali gerakan dilakukan selama satu jam.  Charles menyebutkan, tak ada aturan baku penghitungan. “Bisa dilakukan kapan pun, jadi tidak harus bergantung saat ibu sedang melakukan apa atau di waktu-waktu tertentu,” jelasnya.

Pengukuran fisik lain yang bisa dilakukan adalah mengukur tinggi fundus uteri.  “Atau umumnya dikenal dengan tinggi rahim,” ucap Charles.  Hal tersebut bisa jadi prediktor untuk ukuran dan berat bayi dalam perut.

Pemeriksaan tambahan bisa juga dengan mengukur lingkar perut ibu, tapi hal tersebut tidak wajib.  Hasilnya bisa dilaporkan ke dokter kandungan secara berkala.

Charles mengatakan, pemeriksaan menurut WHO usia kehamilan.  Pada trimester pertama dan kedua, pemeriksaan bisa dilakukan sekali saja. Sementara itu, pada trimester terakhir, pemeriksaan dilakukan dua kali. “Tidak, kalau dokter menangkap kondisi khusus, pemeriksaan dan pelaporan memang harus lebih sering,” ungkap Charles.  (dya/cl13/ady)

 

Sumber: Jawa Pos. 26 Mei 2021. Hal.15.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *