Perencanaan Keuangan Ala Drakor The Word of The World of the Married

 

Dari nama nya saja, sudah terlihat bahwa drama Korea yang satu ini mengangkat kisah kehidupan dalam pernikahan. Drama Korea The World of The Married atau yang biasa dijuluki (TWOTM) oleh para pecinta drakor ini ini sukses membuat penonton emosi dan penasaran dengan alur ceritanya. Konflik keluarga yang terjadi dalam drama ini diakibatkan oleh perselingkuhan. Perselingkuhan yang dilakukan Lee Tae Oh (Park Hae Joon) dengan Yeo Da Kyung (Han So Hee), suami dari Ji Sun Woo (Kim Hee Ae) semakin panas di setiap harinya. Selain itu, perselingkuhan yang tidak hanya terjadi di satu keluarga saja, membuat drama ini semakin kompleks dan menarik. Adanya perselingkuhan dalam drama ini ternyata diakibatkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah masalah mengenai finansial dalam keluarga. Ada beberapa hal mengenai pengelolaan maupun perencanaan finansial dalam keluarga yang bisa diambil dari drama ini.

 

Komunikasi mengenai keuangan dalam rumah tangga sangat penting

Tentunya sangat penting untuk melakukan komunikasi mengenai keuangan dalam keluarga atau rumah tangga. Biarpun sama-sama memiliki penghasilan, komunikasi mengenai kondisi keuangan masing-masing sangat penting untuk mengetahui keadaan finansial pasangan. Jika ada sesuatu yang perlu untuk di bicarakan atau pasangan sedang membutuhkan bantuan, maka pasangan bisa saling membantu. Dengan begitu, tidak ada rasa minder, rasa curiga, atau malah membuat pasangan mencari jalan yang salah hingga berselingkuh hanya untuk mendapatkan bantuan finansial seperti di drama TWOTM.

 

Menentukan pemegang atau pengelola keuangan dalam rumah tangga

Dalam sebuah keluarga atau rumah tangga, tentunya masalah finansial merupakan masalah yang sensitif. Oleh karena itu, dalam pengelolaannya perlu manajemen yang baik. Meskipun kedua pasangan memiliki penghasilan masing-masing, tetap saja perlu untuk menentukan siapa yang mengelola keuangan dan membuat perencanaan budget dan siapa yang menjadi eksekutor nya. Dalam penentuan hal ini, pasangan harus mampu untuk saling berdiskusi. Dengan begitu, pasangan bisa sama-sama saling terbuka, tidak egois atau merasa paling berkuasa, dan tidak sembarangan dalam menggunakan uang.

 

Menentukan tujuan keuangan

Melakukan sesuatu tanpa tujuan tentu bukan hal baik bukan? Itulah mengapa dalam pengelolaan keuangan perlu tujuan berdasarkan kesepakatan bersama. Tujuan diperlukan untuk bisa membuat pembagian perencanaan keuangan yang tepat. Tanpa tujuan, keuangan dalam keluarga tidak bisa dikelola dengan baik. Tujuan ini bisa di sesuaikan dengan kebutuhan keluarga. Biasanya mengenai kebutuhan anak, kebutuhan asuransi, maupun investasi.

 

Melakukan finansial check-up

Penggunaan keuangan dalam rumah tangga pastinya perlu untuk di cek kembali dan di evaluasi. Finansial check-up ini bisa dilakukan setiap bulan, atau dalam setahun, tergantung kesepakatan bersama pasangan. Dengan demikian, jika ada sesuatu yang salah dapat segera di evaluasi. Hal ini juga berguna untuk menghindari kecurigaan dan meminimalisir adanya kecurangan dalam finansial keluarga yang dilakukan oleh pasangan. Apalagi jika memiliki tabungan bersama yang sudah di rencanakan untuk suatu kepentingan. Dengan adanya finansial check-up ini, pasangan juga akan saling berhati hati dan lebih terbuka soal keuangan keluarga.

 

Beberapa perencanaan keuangan yang sudah dilakukan oleh keluarga terkadang juga akan mengalami beberapa masalah. Yang paling penting adalah, komunikasi, keterbukaan, rasa saling mengerti dan komitmen yang kuat dalam diri masing-masing pasangan. Tanpa didasari hal-hal tersebut, besar kemungkinan masalah finansial akan mengarah pada kerusakan hubungan yang lebih parah pada setiap pasangan atau keluarga.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *