Penggunaan bahan dasar Kayu Playwood_Teknik Modular Jadi Tren Baru Fashion Desain Tas. Bhirawa. 14 Mei 2019. Hal. 6. Agnes Olivia Gondoputranto. Grace Monica. INA.FDB

Inovasi di dunia fashion terus berkembang. Tidak hanya dalam penggunaan material, secara teknik dan desain pun juga harus mempunyai value keunikan sendiri untuk menunjukkan identitas desainnya. Hal ini pun yang kemudian mendorong Grace Monica untuk mengembangkan desain tas dengan teknik Modular yang sering diimplementasikan pada disiplin ilmu desain interior. Mahasiswa semester 8 jurusan Fashion Desain dan Bisnis Universitas Ciputra (UC) ini mendesain beberapa tas berbahan kayu (plywood) dengan menggunakan teknik Modular untuk tugas akhirnya (TA).

Diungkapkan Grace, sapaan akrabnya dalam pembuatan desain tas dengan branding Moduler ini, dibuat untuk menjawab permasalahan dari masyarakat luar. Sebab, untuk bidang fashion sendiri menurut dia banyak mengeluarkan limbah yang tidak dapat terurai oleh alam. Maka dari itu, kayu daur ulang jenis plywood jadi pilihan untuk bahan dasar pembuatan tas modular. Teknik modular fashion sendiri sudah diterapkan di beberapa desain. Tapi belum ada yang bisa mengaplikasikan di kayu.

“Di dunia fashion kita jarang dan sangat susah menemukan bahan dasar tas terutama dari kayu. Tidak sedikit yang mengesankan bentuk monoton dan terkesan berat saat penggunaan bahan kayu ini yang para desainer susah untuk mengaplikasikannya,” ungkap dia.

Lebih lanjut, untuk mendapatkan kayu tersebut, Grace memperolehnya dari kayu sisa (limbah red) produksi yang di ambil dari pengrajin. Untuk kemudian di rangkai menggunakan teknik modular. Sementara bentuk tas sendiri, Grace menggunakan model tas berbentuk persegi, segitiga sama kaki dan segi enam untuk model setengah lingkaran. Dalam proses pemotongan ia menggunakan mesin laser cut agar terlihat rapi.

“Saya merancang desainnya agar mudah dan ringan untuk dibawah,” imbuh dia. Kendati menghasilkan karya yang inspiratif dan mengesankan, diakui Grace jika karya nya tersebut butuh pengembangan lebih lanjut dari sistem sambungannya. Sebab, saat ini ia menggunakan model sistem engsel untuk menyatukan masing-masing panel hingga jadi tas. Selain itu juga bisa dikembangkan kembali dengan bahan dari akrilik.

Sementara itu, Dosen pebimbing tugas akhir Fashion Desain dan Bisnis UC Agnes Olivia Gondoputranto menilai, jika karya tas modular yang dibuat Grace merupakan kreasi baru dalam dunia fashion. Pasalnya teknik modular sendiri biasanya digunakan untuk interior. Sehingga dalam penerapan untuk fashion harus dilakukan perhitungan yang mendetail untuk mengunci setiap engsel pada panel yang telah dibentu.

“Kunciannya untuk teknik modular ini belum umum. Jadi memang desainnya harus pintar dan itungannya harus pas. Makanya, kita mengunakan penggabungan beberapa disiplin keilmuan untuk penemuan baru ini di dunia fashion,” tutur dia.

Terlebih, kata dia, Inovasi ke depan ini semakin lama akan semakin susah dan terus berkembang. Jadi pengembangan teknik modular untuk fashion ini akan terus berkembang agar menarik perhatian masyarakat. ina

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *