Pariwisata di Tangan Sandiaga UNO. Bali Post 29 Desember 2020. Dewa GS.HTB

Oleh Dewa Gde Satrya (Dosen Hotel & Tourism Business Fahultas Pariwisata Universitas Ciputra Surabaya)

 

            SANDIAGA UNO ditunjuk Presiden untuk menjadi N1enteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) menggantikan Wishnutama. Sandiaga Uno diharapkan mampu membawa kepariwisataan Indonesia tidak business as usual, tetapi mengembangkan bisnis kreatif berbasis kreativitas dan budaya. Oleh karena pariwisata sangat erat dengan kreativitas.

Namun, di tengah situasi pandemi ini. siapa pun yang memegang tampuk kepemimpinan industri pariwisata dalam negeri, pasti mengalami situasi yang sulit. Di satu sisi kepariwisataan diharapkan segera menunjukkan hasilnya, yang menurut. Sandiaga Uno haruslah menunjukkan quick wins. namun di sisi lain perjalanan dan kepariwisataan harus dibatasi atau setidaknya ditunda untuk menghindari penularan.

Disatukannya ekonomi kreatif dengan pariwisata. mengingatkan kita pada pemerintahan SBY periode kedua. Di mana masa itu benar- benar mendongkrak popularitas sekaligus alternatif jalan keempat perekonomian dunia, yaitu industri kreatif Sebelumnya. dunia berada pada gelombang pertama yang mengandalkan pada pertanian. gelombang kedua pada m.ufaktur. gelombang ketiga pada information technologi.

                       Saat membuka Pesta Kesenian Bali XXXI tahun 2009 di Panggung Terbuka Ardha Cancira, Taman Budaya, Denpasar. Presiden SBY saat itu menyatakan masa depan perekonomian Indonesia bukan hanya pertanian, perindustrian, maupun jasa jasa yang reguler. tetapi masa depan perekonomian Indonesia juga akan disumbang oleh ekonomi kreatif dan kepariwisataan. Karena itu pantaslah menaruh harapan yang sangat tinggi agar Bali terus menjadi motor dan pusat pengembangan dari pariwisata dan ekonomi kreatif termasuk ekonomi produk budaya.

Ekonomi kreatif yang menjadi ruh kepariwisataan mengandalkan industri vang berbasis pada kreativitas. keahlian. dan bakat individu. Departemen Perdagangan mendaftarkan 15 sektor vang masuk kategori ekonomi kreati£ yakni jasa periklanan. seni rupa. desain. film. seni pertunjukan, riset dan pengembangan. televisi dan radio, video game. arsitektur. kerajinan, mode, musik penerbitan. software dan gante (SWA No. 11/XXIV/29 Mei-11 Juni 2008). Industri kreatif ini dikembangkan dengan berbasiskan aset kekayaan intelektual (intellectual property). Namun persoalannya tidak semua orang mampu dan berkeyakinan penuh mengembangkan bakat dan ketertarikannya. Dalam konteks ini. kita dihadapkan pada persoalan masih rendahnya mentalitas kewirausahaan sebagai daya dorong setiap individu mengembangkan balcat dan kreativitasnva untuk menciptakan suatu produk seni-budaya khususnya.

Kreativitas menjadi antitesa atas rendahnya daya saing. sekaligus mengarahkan insan Indonesia sebagai insan entrepreneur dan menghidupi dimensi entrepreneurship yang dalam bidang pariwisata menghasilkan produk dan memberikan layanan yang inovatif untuk meningkatkan kunjungan wisatawan (asing dan domestik). memperlama waktu tinggal wisatawan (length of stay), dan tentu saja mendongkrak pendapatan negara dari pengeluaran wisatawan (spend of money).

 

Kreativitas

Seorangentrepreneur dikenal sebagai insan yang kreatif dengan mengedepankan independensi gagasan dan ide original yang cenderung 
radikal daripada bergantung pada pendapat atau tren umum (metooism). Di antaranya melalui oxymoron. yang menurut kamus Oxford berarti paduan dua kata yang saling berlawanan yang membentuk satu pengertian baru. Keterampilan membuat oxymoron sangat berkaitan dengan kreativitas kita.

Di ranah praktis. baik intrapreneurship maupun entrepreneurship membutuhkan semacam design thinking yang berada di luar kebiasaan umum di masyarakat. Sederhananya, pemiki-ran dan performance yang mencerminkan 
design thinking identik  dengan insan yang kreatif insan yang problem solver. Sosok radikal yang konstruktif lewat suatu karya. produk atau jasa yang radikal dan “diterima” oleh masyarakat luas sebagai jawaban atas suatu kebutuhan peradaban aktual, merupakan gagasan ideal manusia-manusia Indonesia di masa depan yang mampu memadukan dua kekuatan otak sekaligus: kanan dan kiri. Dengan kekuatan otak kanan, dilanjutkan perpaduan otak kanan dan otak kiri, insan yang kreatif akan menjadi keniscayaan. Dan it ulah entrepreneur.

Berbeda dengan orang yang lebih dominan menggunakan otak kiri, orang dengan kecenderungan yang tinggi pada otak kanan lebih kreatif dan memiliki imajinasi yang tinggi pula. Seniman, artis, desainer dan invent,or biasanya lebih banyak menggunakan bagian otak sebelah kanan. Namun kedua otak tersebut sama pentingnya. Orang yang selama hidupnya menggunakan otak kiri akan sulit untuk berkembang. Dia terbelenggu oleh rutinitas, aturan. prosedur dan kebiasaan yang dia lihat dan kerjakan sehari-hari, sehingga dia tidak akan mampu membuat dan mengembangkan sesuatu yang baru. Begitu juga dengan orang yang selama hidupnya hanya mau menggunakan otak kanan. Dia memang bisa kreati£ tetapi kreativitas tanpa kemampuan analisis dan logika. hanya akan menghasilkan sesuatu yang tanpa makna (Sebastian. 2010). Sementara itu. perbendaharaan otak kanan cukup banyak. di antaranya gurauan (humor). permainan. cerita. kiasan. kreativitas. visual. musik. intuisi. sintesis. empati. keramahtamahan. rasa syukur. dan pemaknaan hidup (Ippho Santosa. 2008).

Diyakini bahwa inovasi radikal di bidang pariwisata menjadi jawaban atas kegelisahan itu. Yang di satu sisi menghadirkan sesuatu yang baru yang memberikan kemanfaatan optimal bagi umat manusia. atau secara bisnis diterima dengan baik di pasaran. dan di sisi lain menjalankan prinsip bisnis yang etis.

Kreativitas yang paralel dengan inovasi. menjadi kebutuhan mendasar di negeri ini. Berulang kali Presiden Jokowi menyampaikan visi pemerintah dan negara untuk mendorong anak-anak muda melakukan inovasi, tidak hanya dalam business e-commerce yang saat ini berkembang pesat dan memiliki masa depan yang bagus. namun juga di setiap aspek kehidupan agar anak- anak muda Indonesia melakukan inovasi. Saatnya pariwisata Indonesia mendasarkan arah pembangunan dan masa depannya pada kreativitas. Di tangan Menpar yang kreatif. kita optimis.

 

Sumber: Bali Post. 29 Desember 2020

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *