Pariwisata di Tahun Politik 2018. Bisnis Indonesia.4 Januari 2018.Hal.2_Dewa GS

Oleh Dewa Gde Satrya,

Dosen Hotel & Tourism Business, Fakultas Pariwisata, Universitas Ciputra Surabaya

 

Tahun ini, 2018, adalah Tahun Politik. Rangkaian panjang aktivitas politik di tahun ini akan berkelanjut pada 2019. Pemilihan kepada daerah serentak di 171 aerah, terdiri dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

Muncul kekhawatiran di penghujung 2017 terhadap situasi politik yang berdampak negatif dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Tensi politik yang meningkat harus diantisipasi seluruh pihak. TNI dan Polri berulang kali menegaskan jaminan keamanan dan keselamatan bangsa di tahun olitik 2018. Panglma TNI Hadi Tjahjanto juga menjamin netralitas TNI.

Kekhawatiran kegiatan yang merupakan bentuk pendewasaan demokrasi disebabkan pengalaman buruk di masa lalu. Juga contoh kegagalan mengelola praktek demokrasi yang berujung pada kerusuhan. Kudeta militer Thailand misalnya, berdampak pada pembatalan perjalanan dan travel warning 50 negara ke Thailand. Karena itu, sepantasnya ranah politik dalam negeri tidak merugikan sektor pariwisata.

Ekses negatif pemilihan presiden (Pilpres) di Indonesia terhadap sektor ekonomi pernah terbukti. Jelang akhir Juni 2014, depresiasi rupah berlanjut. Nilai tukar rupiah sudah tembus Rp 12.000, tepatnya Rp 12.103 per dolar AS. Di bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks harga Saham Gabungan pada hari transaksi terakhir, Jumat (27/6/2014), terkoreksi 27,28 poin.

Faktor utama yang mempengaruhi situasi pasar valuta dan saham adalah dinamika politik menuju Pilpres yang terkesa tidak kondusif.

Sebelum ekses negatif terjadi, KPU dan capres-cawapres saat itu berinisiatif mengadakan deklarasi pemilu damai dan berintegritas. Tenti saja deklarasi itu mengandung komitmen masing-masing kubu untuk melaksakan pemilu dengan tertib, aman, damai, jujur dan adil.kesiapan untuk menang dan kalah harus dibuktikan.

Selain deklarasi damai, implementasi di lapangan sangat menentukan, di mana pengelolaan massa politik jelaslah menjadi tuntutan yang tak dapat ditawar-tawar oleh seluruh partai politik dan capres-cawapres.

Belajar dari pemilu sebelumnya, mobilisasi massa adalah suatu suasana yang menegangkan. Imbasnya, dinamika sektor pariwisata yang awalnya berjalan normal menjadi meningkat derajat kewaspadaannya. Kekhawatiran pelaku pariwisata jelas, soal gangguan keamanan dalam aktivitas wisata, baik sisi produk, pasar maupun infrastruktur perlu menjadi prioritas.

Pada Pilpres 2009, kekhawatiran serupa juga terjadi. Saat itu, menanggapi kekhawatiran semacam itu. Menteri Pariwisata saat itu Jero Wacik pernah menepisnya. Prediksi kenaikan junlah kunjungan wisata selama masa kampanye dan Pemilu justru diharapkan bisa memenuhi target jumlah wisatawan domestik 2009 sebanyak 229 juta perjalanan dan kuliner (Antara, 14/3/09).

Dalam UU Kepariwisataan yang baru Pasal 18 ayat 1 butir “a” disebutkan, setiap orang berhak memperoleh kesempatan memenuhi kebutuhan wisata. Namun bagi wisata domestik, potensi penuruan aktivitas belanja wisata disebabkan secara psikologis mereka harus berpikir ulang manakala hendak berpergian. Pada masa kampanye yang cenderung  diisi pengumpulan massa, konvoikendaraan, serta pengerahan massa yang dilakukan partai politik, selain ditakuti wisatawan enggan keluar rumah.

Dalam UU itu juga disebutkan, pemerintah dan pemerintah daerah berkewajiban menyediakan informasi kepariwisataan, perlindungan hukumj, serta keamanan dan keselamatan kepada wisatawan (Pasal 23 ayat 1 butir a). Komitmen kepariwisataan pemerintah Indonesia, mulai pusat sampai daerah, dalam menapaki tahun piltik 2018 perlu dibuktikan.

Hakikat mulia Pemilu semestinya tidak menggangu kepentingan publik untuk tetap dapat menjalankan aktivitas kesehariannya dengan aman dan nyaman. Termasuk juga, perlu ada komitmen dari masing-masing kubu carpres-cawapres beserta parpol, pendukung untuk memberikan jaminan kepada masyarakat mendapatkan hak berwisata.

TAK TERPISAHKAN

Secara luas, masalah keamanan dan stabilitas politik dengan industri pariwisata seperti ikan dan air, tak terpisahkan dan saling mempengaruhi. Karena itu, masalah keamanan dan stabilitas tidak kalah pentingnya dengan masalah pokok Wisata lainnya, yaitu kebersihan, ketertiban, kesejukan, keindahan, keramahtamahan, serta memberilan kenangan yang mengesankanpada wisatawan.

Sapta Pesona Wisata menjadi tolak ukur penting untuk meniti kesuksesan Indonesia melalu pesta demokrasi 2018 di satu sisi, dan jaminan keberlangsungan bahkan peningkatan kinerja kepariwisataan di sisi lain.

Di pihak calon kepala daerah dan pemimpin parpol masing-masing kubu, kian dibtuhkan kedewasaan dalam berpolitik. Indikator penting tentang itu adlah kemmapuan mereka mengendalikan massanya untuk tidak berbuat anrkis dan merugikan kepentingan umum. Sebaliknya, memlaui kampanye justru menjadi ajang dan momentum yang strategis untuk menanamkan citra baik di masyarakat.

Isu penting di tahun politik 2018 adalah memastikan kualitas kerekatan sosial tidak terganggu. Aspek ini bisa terancam pasca Pilpres. Hubungan sosial yang guyub yang menjadi ciri khas kohesi sosial, merupakan salah satu aspek dari modal sosial.

Secara utuh, modal sosial merupakan hal penting yang diperlukan masyarakat untuk maju,menyelesaikan berbagai persoalannya, dan mencapai tingkat sosial-ekonomi-politik yang lebih baik dan stabil.

Cohen dan Prusak (2001) menjabarkan manfaat-manfaat modal sosail bai pertumbuhan ekonomi. Pertama, modla sosial mempermudah berbagi informasi dan pengetahuan yang terkait dengan usaha. Kedua, modal sosial mengurangi biaya transaksi karena adanya tingkat kepercayaan dan kerjasama yang tinggi. Hal ini terjadi baik di perusahaan mauppun anatara perusahaan dengan pelanggan dan mitra-mitranya.

Ketiga, bagi internal perusahaan modal sosial yang tinggi membangun rasa kebanggan dan kepemilikan pegawai yang tinggi terhadap perusahaan, sehingga mengurangi tingkat pergantian pegawai.

Keempat, modal sosial membangun kekompakan dan kestabilan pada perusahaan. Dengan adanya modal sosila, pegawai akan lebih kompak, saling membantu, dan pada akhirnya akan lebih mudah mendukung misi perusahaan.

Akhirnya, mari kita berdoa supaya Tuhan tetap mempersatukan bangsa ini dan menghindarkan dari segala marabahaya. Semoga.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *