Pameran Artwork dari Tiga Negara. Jawa Pos.26 Mei 2018.Hal.23

SURABAYA – Tukar pengetahuan budaya dan skill. Begitulah yang tergambar pada pameran karya mahasiswa dari tiga negara. Yakni, Universitas Ciputra (Indonesia), Dayeh University (Taiwan), dan Coventry University (Inggris). Para mahasiswa berkolaborasi dalam karya tentang cerita rakyat.

Sebanyak 40 artwork dengan berbagai media dipamerkan kemarin (25/5) di Food Society Pakuwon Mall. Bukan hanya itu, pameran serupa juga dihelat di tiga negara lain dalam waktu yang berbeda.

Dalam menciptakan lukisan maupun karya digital itu, para mahasiswa dari tiga negara menggodok konsep via online. “Kami sharing dan presentasi tentang cerita rakyat dari indonesia ke mereka pakai Skype. Setelah itu, mereka menerjemahkan ke karya. Begitu pula sebaliknya,” terang Kaprodi Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra Marina Wardaya.

Para mahasiswa yang turut berpartisipasi meliputi level S-1 dan S-2. Dari pengalaman sharing karya dan cerita, mereke diharapkan dapat melihat dan mendapatkan referensi tentang gaya dan desain seni secara global.

Penggalian de dilakukan kurang lebih dua bulan. Ada beberapa penalaran yang mungkin sedikit melenceng dalam proses tukar ide. Misalnya, pada cerita Keong Mas. “Mereka (mahasiswa asing, Red) menerjemahkan keong mas seperti manusia yang keluar dari cangkang keong. So creepy,” tambah Marina.

Karena itu, para mahasiswa lintas negara tersebut harus berkomunikasi dengan sangat baik. Sesering mungkin. Tidak hanya sekali dia kali. Poin terpenting yang dapat diambil dari kegiatan itu adalah mendapatkan inspirasi yang lebih luas. Global feeling.

Misalnya, salah satu karya yang dibuat Dylan Bergonia dari Coventry University. Mahasiswa S-2 desain komunikasi visual tersebut memvisualkan cerita tentang makhluk mitos dari Filipina. Sebuah poster yang dibuat dengan ilustrasi digital menampakkan tulisan Bungisngis: The Filipino Cyclops.

Poster dengna latar belakang merah tersebut didesain simpel dengan memfokuskan pada elemen khas sang mahkluk mitologi. Yakni, monster bermata satu dengan deretan gigi yang besar ditambah sepasang siung.

Bergonia juga menyematkan keterangan tentang cerita makhluk itu di bawah poster. Diceritakan, monster tersebut terkenal dengan suara tawa yang khas. Bungisngis dalam bahasa Filipina berarti tertawa terkikik. (esa/c16/jan)

Sumber : Jawa-Pos.26-Mei-2018.Hal.23

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *